RI Operasikan 15.288 Hotel, Berapa yang Berlabel Halal?

Reporter : Ervina
Senin, 9 Juni 2014 11:20
RI Operasikan 15.288 Hotel, Berapa yang Berlabel Halal?
Pemerintah bertekad menjadikan Indonesia sebagai salah satu wisata syariah dunia. Dengan berbagai fasilitas hotel, agen perjalanan, dan spa, berapa banyak yang sudah bersertifikat syariah?

Dream - Indonesia berambisi menjadi salah satu tujuan wisata syariah di dunia. Konferensi wisata syariah berskala internasional untuk pertama kalinya bahkan digelar di Jakarta.

Staf Ahli Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Samsyul Lussa, yakin Indonesia memiliki banyak potensi wisata syariah yang bisa ditawarkan. " Indonesia memiliki ribuan masjid," katanya.

Menurut Syamsul, keseriusan pemerintah menggarap bisnis wisata syariah dibuktikan dengan keputusan pemerintah menandatangani kesepakatan sertifikasi wisata syariah.

" Bisnis wisata memiliki fasilitas dan layanan berbeda. Hotel, akomodasi, tempat rekreasi dan lokasi bisnis," ungkapnya.

Untuk bisa menjalankan bisnis halal ini, setiap pengelola transportasi, agen travel, dan penyedia makanan harus mendapatkan sertifikat penyedia jasa syariah. Sertifikasi ini diperoleh jika pengelola sudah memenuhi standar umum yang ditetapkan.

Untuk klasifikasi hotel syariah, setidaknya terdapat 49 poin yang harus dipenuhi pemilik hotel. Untuk bisa naik ke level dua, pengelola harus memenuhi setidaknya 74 kriteria.

Indonesia, ungkap Syamsul, saat ini memiliki sekitar 15.288 hotel. Dari jumlah tersebut, 35 diantaranya telah mengantongi sertifikat syariah. Sementara lebih dari 100 hotel telah mendukung kebutuhan wisatawan muslim.

Di bisnis agen perjalanan, tercatat 30% dari 6.000 perusahaan telah menyediakan paket wisata muslim. Sementara untuk bisnis spa, sebanyak 180 dari 2.730 pengelola telah menawarkan layanan syariah meski belum disertifikasi.

Untuk mendorong pertumbuhan wisata syariah, pemerintah berjanji akan menggelar strategi promosi offline dan online. Kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga ditingkatkan selain pemberian pelatihan dan sertifikasi serta pemantauan dan audit peraturan bisnis syariah.

" Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak penyedia bisnis bersertifikat syariah," ujar Syamsul.

Beri Komentar