Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden RI Joko Widodo Dan Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Dream - Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) geram dengan tudingan pembubaran Petral terkendala pihak Istana kala dirinya menjabat. SBY pun mendesak Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklarifikasi pernyataan tersebut.
Kegeraman tersebut disampaikan SBY dalam akun Twitternya, @SBYudhoyono seperti dikutip Dream, Selasa, 19 Mei 2015.
"Saya amat terkejut dengan pernyataan Menteri ESDM Sudirman Said yang menyerang dan mendeskriditkan saya ketika menjadi presiden dulu," kata SBY.
Menurut SBY, dirinya tidak pernah menerima usulan agar Pertral dibubarkan. "Saya ulangi, tidak ada. Kalau ada pasti sudah saya tanggapi secara serius," tegasnya.
Selama ini, lanjutnya, dirinya senantiasa tertib dalam manajemen pemerintahan. Isu serius seperti mafia Migas dipastikan akan diresponnnya. "Tidak mungkin berhenti di meja saya," ujarnya.
SBY mengaku selama menjabat dirinya justru ingin penyimpangan apapun diberantas. Bahkan di eranya berkuasa, dibentuk Satgas Pemberantasan Mafia Hukum yang hakikatnya memberantas kejahatan dan penyimpangan apapun.
"Hari ini, (18 Mei 2015,red) saya berbicara dengan mantan Wapres Boediono dan 5 mantan Menteri terkait, apakah memang pernah ada usulan pembubaran Petral," ungkapnya.
Wapres dan para menteri tersebut seluruhnya menjawab tidak pernah ada usulan pembubaran Petral. "Termasuk tidak pernah ada 3 surat yang katanya dilayangkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan waktu itu," katanya.
Menanggapi pemberitaan yang ada, SBY menganggap pernyataan tersebut sebagai fitnah dan pencemaran nama baik. Untuk itu, dirinya menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang menyebarkan.
Seperti diketahui, Menteri ESDM Sudirman Said menuding ketidakjelasan nasib Petral selama ini akibat presiden terdahulu, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alasannya, berkali-kali anak usaha PT Pertamina itu direncanakan bakal dibubarkan, namun tak kunjung terwujud.
"Dulu sering putus karena tidak ada kesepakatan antara presiden, ESDM, BUMN, Pertamina. Mereka (mafia) dulu suka bermain-main di celah itu dan dulu itu sengaja dihidupkan. Sepanjang pemimpinnya lurus, saya harus mengatakan form kita tidak lepas dari keteguhan presiden, karena ini memang memerlukan keteguhan beliau," kata Sudirman.
Advertisement

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Deforestasi Amazon Brasil Turun ke Level Terendah, Ini 5 Pelajaran yang Bisa Ditiru Indonesia

Cuma 10 Menit Olahraga Sehari Bisa Bikin Tidur Lebih Nyenyak, Ini Temuan Peneliti

Sering Tersengat Listrik Saat Memegang Gagang Pintu? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya

Jangan Remehkan Obrolan Basa-Basi, Ternyata Bisa Bantu Mengurangi Kesepian dan Menjaga Kesehatan

Sudah Makan tetapi Masih Lapar? Ini 7 Penyebab yang Perlu Anda Ketahui
