Sentimen Regional Positif, Indeks Syariah Lanjut Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 13 April 2016 09:27
Sentimen Regional Positif, Indeks Syariah Lanjut Menguat
Kurs rupiah terhadap dolar AS pagi ini juga bergerak menguat.

Dream - Sentimen positif dari bursa global dan regional menambah daya dorong indeks syariah yang kembali dibuka menguat. Sebagian besar indeks sektoral juga bergerak naik.

Namun tekanan sedikit datang dari aksi jual pemodal asing. Meski sempat menambah portoflionya di awal perdagangan, asing perlahan-lahan mulai melakukan aksi jual.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu 13 April 2016, , Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,441 poin (0,28%) ke level 157,537. Indeks Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 2,326 poin (0,35%) ke level 661,063.

Di sesi pembukaan, kedua indeks acuan saham syarih ini masih bergerak menguat. ISSi tercatat naik 0,494 poin (0,31%) ke level 157,590. Sementara indeks JII naik 2,576 poin (0,39%) ke level 661,313.

Transaksi perdagangan saham syariah di awal sesi ini mencapai Rp 17,59 miliar dengan 65,54 juta saham berpindahtangan.

Hingga perdagangan pukul 09.19 WIB, sebanyak 79 emiten syariah telah bergerak menguat. Sisanya, 32 emiten ISSI masih tertekan aksi jual dan 41 lainnya bertahan stagnan.

Sebagian besar indeks sektoral bergerak menguat kecuali emiten sektor industri dasar yang turun 0,04 persen. Penguatan tertinggi di awal sesi dicetak emiten industri aneka yang naik 0,88 persen, keuangan 0,63 persen, dan manufaktur 0,42 persen.

Munculnya sentimen positif dari Wall Street yang dipicu kenaikan harga minyak mentah juga mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat. IHSG naik 17,405 poin (0,36%) ke level 4.846,978.

Lantai bursa pagi ini memulai perdagangan dengan dana Rp 27,15 miliar dan posisi investor asing mencetak nett buy Rp 1,07 miliar.

Sementara di pasar keuangan, kurs rupiah kembali menguat akibat melemahnay dolar AS terhadap mata uang utama dunia. Rupiah saat ini naik 48 poin (0,37%) menjadi Rp 13.066 per dolar AS.

Beri Komentar