Ilustrasi Sepeda Motor.
Dream – Di Indonesia, pemilik sepeda motor lawas dianggap legenda hidup dan menjadi perhatian di jalan raya. Tapi, di Singapura, jangan harap tunggangan ini bisa mengaspal bebas di jalan raya.
Dilansir dari Mynewshub, Minggu 8 April 2018, National Environment Agency (NEA) Singapura, menyebut sepeda motor lawas memberi sumbangan besar terhadap pencemaran udara. Lembaga ini memiliki cara unik untuk menghapus motor jadul di jalan raya selama 10 tahun yang akan datang.
NEA akan memberikan insentif kepada pemilik motor lawas sebesar 3.500 dolar Singapura (Rp36,62 juta) jika tidak mendaftarkan kendaraan dalam lima tahun mendatang sebelum tanggal 7 April 2018. Jika sudah mendaftarkan setelah tanggal 7 April 2018 dan membatalkan sebelum 5 April 2023, pemilik motor lawas hanya akan mendapatkan 2 ribu dolar Singapura (Rp20,92 juta).
Sekadar catatan, sepeda motor yang akan mendapatkan insentif ini adalah sepeda motor yang dikeluarkan sebelum 1 Juli 2003.
Untuk mereka yang tetap ingin menggunakan sepeda motor lawas, NEA akan mengetatkan tahap piawaian pengeluaran bahan pencemaran mulai 6 April 2023. Jika memenuhi standar, motor lawas akan diizinkan beroperasi sampai 2028.
Sekadar informasi, sepeda motor menyumbang 15 persen polusi udara, sedangkan sepeda motor lawas menyumbang 40 persen.