Slogan Anti-Islam Ancam Perdagangan Arab-Belanda

Reporter : Syahid Latif
Senin, 19 Mei 2014 12:50
Slogan Anti-Islam Ancam Perdagangan Arab-Belanda
Politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders kembali berulah dengan mengeluarkan sentimen anti-Islam. Ulah ini membuat Arab Saudi mengancam akan menghentikan kerjasama dengan Belanda.

Dream - Sentimen anti-Islam kembali muncul di Belanda. Politisi sayap kanan, Geert Wilders kembali berulah dengan menampilkan slogan anti-Islam diatas bendera Arab Saudi.

Wilder yang merupakan pemimpin anti-imigran dari Partai Kebebasan Belanda, kini memang tengah bersaing dengan Demokrat dalam pooling nasional sebelum pemilihan parlemen Eropa yang akan digelar Kamis, mendatang.

Ulah Wilder ini langsung direspon pemerintah Arab Saudi yang mengancam menjatuhkan sanksi perdagangan kepada Belanda.

" Kami telah menangkap indikasi pemerintah Saudi tengah mempertimbangkan sanksi ini karena berkaitan dengan penghinaan bendera dan agama oleh Wolder," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Belanda, Friso Wijnen seperti dikutip laman Gulfbusiness, Senin, 19 Mei 2014.

Wijnen mengaku belum mengetahui secara jelas indikasi ini dengan ancaman pemerintah Saudi. Namun pemerintah terus berupaya menghubungi pihak di Riyadh.

Gambar anti-Islam pertama kali muncul pada Desember lalu.

" Kabinet memastikan tak ada kaitan sama sekali dengan Wilders," kata Wiljen. " Sikap ini bertahan sampai saat ini."

Hingga kini, pemerintah Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait isu tersebut. Begitu pula dengan Kadin setempat.

Namun, surat kabar al-Eqtisadiah akhir pekan lalu melaporkan perintah kepada otoritas terkait untuk menghentikan kerjasama bisnis dengan Belanda akan segera dikeluarkan. Selain proyek masa depan, penguasaha Saudi diimbau untuk menghentikan sementara kerjasama akibat pernyataan anti-Islam ini.

Stiker Wilder yang dibuat dengan kombinasi warna hijau dan putih layaknya bendera Saudi membawa aura komentar berbau hinaan terkait Islam, Nabi Muhammad, dan Quran.

Perdagangan antara Saudi dan Belanda pada 2010 diprediksi mencapai US$ 5 miliar. Belanda merupakan salah satu investor terbesar Arab Saudi, dengan porsi 4 persen dari investasi asing.

Beri Komentar