Tahir Tukar Dolar Setara Rp2 Triliun Lebih dari Aset Pribadi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 15 Oktober 2018 15:29
Tahir Tukar Dolar Setara Rp2 Triliun Lebih dari Aset Pribadi
Tahir menarik uangnya dari Singapura dan ditukarkan ke rupiah.

Dream - Miliarder Indonesia, Dato Sri Tahir, menukarkan US$93 juta dan 22 juta dolar Singapura. Penukaran tersebut dia lakukan di hadapan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo.

" Jadi, kami berikan bukti kepada Pak Gubernur (Gubernur BI) bahwa minggu lalu, kami menggantika US$93 juta dan 55 juta dolar Singapura. Itu setara Rp2 triliun lebih sedikit," kata Tahir di gedung Bank Indonesia, dikutip dari Liputan6.com, Senin 15 Oktober 2018.

Tahir mengatakan uang tersebut diambil dari kantong pribadi dan bukan aset perusahaannya, Mayapada Group. " Dipindahkan dari Singapura, termasuk dari confidential bank, tidak ada yang terlambat," ucap Tahir.

Selanjutnya, Tahir menjelaskan hasil penukaran uang tersebut akan disetorkan ke Bank Mayapada untuk memperkuat modal. Tahir tidak berniat menginvestasikan uangnya, termasuk pada saham.

" Uangnya kami setorkan untuk Bank Mayapada untuk memperkuat permodalan perbankan. Untuk right issue. Tidak main saham," kata dia.

Sumber: Liputan6.com/ Septian Deny

1 dari 1 halaman

Lepas Dollar, Orang Terkaya Indonesia Ingin Rupiah Perkasa

Dream - Salah satu orang terkaya di Indonesia, Dato Sri Tahir, melepas dolar AS siang ini, Senin 15 Oktober 2018. Tahir ingin membantu pemerintah untuk memperkuat rupiah.

Penukaran ini merupakan inisiatif pemilik Mayapada Group. Tapi, nilai dollar yang ingin ditukar itu tak disebutkan.

" Iya, benar. Rencananya jam 11.00 WIB di Bank Indonesia (BI)," kata sumber Liputan 6.com yang dekat dengan Tahir.

Saat menukar dolar AS, Tahir akan bertemu dengan Gubernur BI, Perry Warjiyo. Rencananya Tahir akan datang ke kompleks kantor BI ditemani direksi Mayapada.

Aksi jual dolar AS ini juga pernah dilakukan oleh pengusaha Surabaya pada pertengahan September lalu. Forum Komunikasi Asoisasi Pengusaha (Forkas) Jawa Timur melepas US$50 juta.

" Ini satu hal yang menunjukkan patriotisme. Nilai US$50 juta cukup besar untuk menstabilkan nilai rupiah," kata Kepala Perwakilan BI wilayah Jawa Timur, Difi Ahmad Djohansyah, beberapa waktu lalu.

Sumber: Liputan6.com/ Nurseffi Dwi Wahyuni

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik