`Dilumpuhkan` Corona, Pengelola Pizza Hut dan Wendy's di AS Ajukan Pailit

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 3 Juli 2020 09:46
`Dilumpuhkan` Corona, Pengelola Pizza Hut dan Wendy's di AS Ajukan Pailit
Operator restoran cepat saji ini mengajukan pailit di Amerika Serikat setelah diterpa gelombang persoalan berat.

Dream – Pandemi Covid-19 memukul bisnis kuliner di Amerika Serikat. NPC International, pengelola dari dua jejaring restoran Pizza Huts dan Wendy's dilaporkan tengah mengajukan kepailitan ke otoritas setempat

NPC International diketahui memiliki 1200 cabang Pizza Huts dan hampir 400 restoran Wendy's di negara Paman Sam. Perusahaan ini mempekerjakan kurang lebih 40 ribu orang di 27 negara bagian Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, Kamis 2 Juli 2020, perusahaan ini mengajukan pailit setelah dihadang persoalan bertubi-tubi mulai dari serangan pandemi corona, utang yang meroket sampai US$1 miliar, serta kenaikan biaya bahan pokok dan upah tenaga kerja.

“ Kami mendukung tingkat investasi yang lebih besar untuk NPC, memperkuat kesehatan keuangan, dan kinerja keuangan jangka panjang,” kata juru bicara Pizza Hut.

“ Kami akan mengevaluasi dan mengoptimalkan portofolio restoran kami sehingga ada di posisi terbaik untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” kata CEO NPC Divisi Pizza Hut, Jon Webber.

Sekadar informasi, di Amerika Serikat ada 7.100 restoran Pizza Hut dan 6.500 Wendy’s. Juru bicara Wendy’s mengatakan restoran di bawah kelolaan NPC memiliki kinerja yang sangat baik. Dikatakan bahwa perusahaan tetap mematuhi kewajiban keuangannya.

1 dari 3 halaman

Diterpa Corona, Guess Tutup 100 Gerai

Dream – Pandemi Covid-19 benar-benar tak pandang bulu. “ Serangan” virus corona ini juga menghantam brand-brand ternama, seperti Guess? Inc.

Dikutip dari World of Buzz, Selasa 16 Juni 2020, perusahaan itu akan menutup 100 toko di seluruh dunia dalam rentang waktu 18 bulan setelah terjadi perubahan permintaan pasar dan saham.

 

 © Dream

 

Penutupan ini akan terjadi di Amerika Utara dan China. Berdasarkan The Bangkok Post, CEO Guess? Carlos Alberini, mengatakan pihaknya akan mengakhiri perjanjian sewa toko.

“ Pada new normal, sangat jelas portofolio toko kami di seluruh dunia bisa dioptimalkan untuk meningkatkan profitabilitas,” kata Alberini.

2 dari 3 halaman

'Dihajar' Corona, Zara Tutup 1.200 Toko di Seluruh Dunia

Dream – Pandemi Covid-19 tak kenal ampun saat “ menghajar” siapa pun. Brand ritel milik Inditex ini terpaksa menutup 1.200 toko di seluruh dunia karena dihantam badai corona.

Dikutip dari The Guardian, Kamis 11 Juni 2020, Inditex akan menutup 1.000-1.200 toko setelah mengumumkan kerugiaan di merek-merek lain, seperti Bershka, Pull&Bear, dan Massimo Duti.

Penutupan toko Zara ini terkonsentrasi di Asia dan Eropa. Dengan pengurangan 1.200 toko, jumlah toko Zara akan turun dari 7.412-6.700-6.900.

 

 © Dream

 

Lantas bagaimana dengan karyawannya? Perusahaan milik Amancio Ortega ini mengatakan tak ada pengurangan karyawan. Karyawan diminta untuk melayani pembelian melalui online.

Sekadar informasi, Inditex terpukul keras karena pandemic corona. Pada periode 1 Februari-30 April 2020, penjualannya merosot 44 persen menjadi 3,3 miliar euro (Rp52,43 triliun).

Tak hanya itu, perusahaan ritel tersebut mengantongi kerugian hingga 409 juta euro (Rp6,50 triliun) pada kuartal I.

3 dari 3 halaman

Untung Ada Penawaran Online

Untunglah, ada pertumbuhan penjualan online yang dikantongi Inditex. Dikatakan bahwa pada kuartal I penjualan online naik 50 persen yoy dan 95 persen yoy untuk April 2020.

Inditex akan mendorong penjualan onlinenya untuk bersaing dengan kompetitornya seperti Fast Retailing, pemilik H&M dan Uniqlo.

Inditex memprediksi penjualan online lebih dari 25 persen pada 2020. Toko yang lebih besar akan bertindak sebagai pusat distribusi penjualan online.

Nantinya, perusahaan ini berencana untuk menghabiskan 1 miliar untuk penawaran online pada 2022 dan 1,7 miliar euro untuk memperkuat bisnis onlinenya. 

Beri Komentar