Terlecut Emiten Semen, Indeks Syariah Berbalik Menguat

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 22 Januari 2015 16:23
Terlecut Emiten Semen, Indeks Syariah Berbalik Menguat
Dibuka di zona merah, dua indeks acuan saham syariah yaitu ISSI dan JII akhirnya menutup perdagangan di zona merah. Siapa saham pencetak kenaikan harga tertinggi?

Dream - Lantai bursa Indonesia untuk sementara berpesta pora dengan munculnya sentimen positif global. Penguatan indeks Dow Jones akibat kebijakan Quantitative Easing (QE) Eropa membuat aksi beli investor kembali marak.

Sayang, euforia ini tak seluruhnya dirasakan penghuni lantai bursa. Emiten di sektor pertanian, infrastruktur, dan perdagangan masih dilanda aksi beli imbas sentimen domestik.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 22 Januari 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melompat 1,661 poin (0,98%) ke level 171,451.

ISSI sebetulnya mengawali perdagangan dengan kurang meyakinkan. Dibuka melemah 0,161 poin (0,09%) ke level 169,629 di sesi pra pembukaan, ISSI belum bisa menguat di sesi pembukaan. Meski akhirnya, aksi beli berhasil mengangkat ISSI ke zona hijau.

Transaksi perdagangan saham syariah kali ini terbilang ramai. Tak kurang dari 56,58 miliar saham telah ditransaksikan pelaku pasar. Alhasil, lantai bursa dibanjiri aksi jual beli senilai Rp 5,61 triliun.

Kembalinya aksi beli pelaku pasar membuat 135 emiten penghuni ISSI mencatatkan kenaikan harga. Malang, masih ada 69 emiten yang tertekan aksi jual dan 47 lainnya masih bisa bertahan stagnan.

Lompatan ke teritori positif juga dialami indeks saham bluechips syariah. Jakarta Islamic Index (JII) sore ini menutup perdagangan dengan menguat 6,735 poin (0,96%) ke level 708,836.

Sebanyak 11,20 miliar saham telah diperdagangkan pelaku pasar dengan dana Rp 3,49 triliun. Seluruh saham keping biru syariah diperdagangkan pelaku pasar dengan hasil 23 emiten bergerak menguat dan 7 lainnya melemah.

Sama dengan ISSI, indeks saham syariah juga bergerak sedikit loyo di awal perdagangan. JII dibuka melemah ke level 701,007 sekaligus menandai posisi terendahnya sepanjang perdagangan hari ini.

Emiten di sektor semen memimpin laju kenaikan indeks JII. INTP dan SMGR menjadi top gainer dengan menguat Rp 675 dan Rp 300 per saham. Top gainer lainny adalah PTBA yang naik Rp 600, UNTR Rp 475, dan MPPA Rp 240 per saham.

Secara keseluruhan, lantai bursa saham Indonesia kali ini dipenuhi aksi beli pasar. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat melemah ke level 5.215,026 akhirnya menutup perdagangan dengan menguat 37,917 poin (0,73%) ke level 5.235,183.

Pemodal mentransaksikan tak kurang dari 86,94 miliar saham dengan dana berputar hingga Rp 8,04 triliun. Sayang, investor asing yang kemarin sempat berburu saham kini justru melepas portofolionya. Asing mencetak nett sell sekitar Rp 218,08 miliar.

Emiten di sektor industri dasar yang kemarin sempat tertekan kini justru memimpin laju kenaikan indeks sektoral usai naik 1,76 persen. Diikuti emiten barang konsumsi 1,63 persen dan pertambangan 1,32 persen.

Beri Komentar