China Paksa Pengusaha Ganti Nama Bisnis Berbau Asing

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 27 Juni 2019 09:12
China Paksa Pengusaha Ganti Nama Bisnis Berbau Asing
Pemerintah di sana meminta nama bangunan atau usaha diganti.

Dream – China mulai menindak perusahaan lokal dengan nama-nama yang mengandung unsur asing. Misalnya, Victoria Gardens, Beautifull Seattle Bay, dan Little Spanish Village.

Dikutip dari Next Shark, Kamis 27 Juni 2019, pemerintah Hainan, China, baru-baru ini memerintahkan 84 bangunan untuk mengganti nama yang terlalu asing.

Sementara itu, Xian dan Shaanxi juga mengumumkan 98 bisnis yang menggunakan nama terlalu asing, aneh, dan sulit diucapkan atau dipahami. Di antara nama-nama yang disebutkan adalah Paris Mansion, Oriental Rome Gardens, California North Lane, Great Bear Eurasia Hotel, dan Xian Imperial Art Museum.

Nama-nama seperti 6th Courtyard dan Courtyard Number 8 juga masuk ke dalam daftar. Bahkan, istilah dalam bahasa asing, seperti center, international, riverside, dan mountain, juga dianggap tidak pantas.

Perintah pemerintah ini berasal dari kampanye nasional Desember lalu yang menargetkan empat jenis nama yang tak patut, seperti berlebihan unsur asing, pengulangan, serta mengandung kata-kata aneh atau vulgar.

1 dari 5 halaman

Ngakak Saat Melihat Produk 'Branded' di China

Dream - Apa yang pertama kali terlintas dalam pikiran kamu ketika mendengar kata China? Mungkin salah satunya adalah barang-barang tiruan alias KW. 

Selama bertahun-tahun, China sangat terkenal dengan produk-produk tiruan. Memang tak semuanya. Meski KW, para produsennya berjuang keras agar barang yang mereka hasilkan susah dibedakan dengan aslinya. Meski akhirnya banyak juga yang gagal.

Situs Acid Cow telah menyusun serangkaian foto yang menunjukkan betapa bisnis pemalsuan di China begitu marak. Hampir semua produk terkenal seperti iPhone, PS3, Nike, KFC, Starbucks menjadi korban pemalsuan di China.

Jika dilihat, nama-nama produk atau merek itu memang tak sama. Namun pembuatnya seperti sengaja memplesetkan merek terkenal dunia. Selain huruf, produk tiruan itu biasanya diberi nama yang bunyinya terdengar hampir sama.

Bahkan beberapa logo juga ikut diplesetkan. Contohnya, logo apel tergigit yang jadi ikon iPhone berubah menjadi buah pear atau buah apel utuh.

Setiap kali melihat dan membandingkan nama atau merek tersebut dengan yang asli, Sahabat Dream pasti tertawa geli.

Penasaran? Coba deh simak foto-fotonya di bawah ini...

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

 Produk China

(stomp.com.sg)

2 dari 5 halaman

Begini Jadinya Jika Miliarder Gerah Dicap Sarang Barang KW

Dream – Milairder Tiongkok, Jack Ma, menabuh genderang perang bagi para pengedar barang-barang palsu. Pendiri Alibaba ini meminta aparat hukum menindak tegas para penjual barang palsu.

Setidaknya, para penjual barang palsu ini mendapat hukuman seperti pengemudi mabuk, yaitu hukuman penjara.

Dilansir dari Bloomberg, Minggu 12 Maret 2017. Ma mengatakan hal itu dalam surat terbuka yang diunggah di jejaring sosial Tiongkok, Weiboo. Kepada Kongres Rakyat Nasional, dia mengatakan penegakan hukum di Tiongkok terhadap pemalsu barang terbilang lemah.

Mantan guru Bahasa Inggris ini meminta otoritas memberikan hukuman bagi penjual barang palsu, seperti hukuman penjara dan denda. “ Kita harus memerangi pemalsuan barang sama seperti memerangi mabuk ketika mengemudi,” tulis dia di akun Weiboo.

Rupanya, Ma gerah karena Alibaba dicap sebagai sarangnya barang palsu. Bahkan, Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat menganggap Alibaba sebagai pasar yang jahat.

 

3 dari 5 halaman

Perlu Peran Hukum

Ma mengatakan peran terhadap pemalsuan barang tidak bisa dilakukan sendiri oleh perusahaan. Peran hukum pun sangat diperlukan.

“ Tidak ada satu pun perusahaan yang bisa melakukannya sendirian. Hukum yang ada gagal untuk menekan pemalsu barang dan justru memberikan mereka ruang yang bebas untuk berbuat curang,” kata dia.

[crosslink_1]

4 dari 5 halaman

5 dari 5 halaman

Beri Komentar
Canggih, Restu Anggraini Desain Mantel dengan Penghangat Elektrik