Tutup Januari 2016, Bursa Syariah Menguat Berkat Dana Asing

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 29 Januari 2016 16:24
Tutup Januari 2016, Bursa Syariah Menguat Berkat Dana Asing
Investor asing mencetak rekor pembelian bersih terbesarnya sepanjang Januari 2016

Dream - Bursa saham syariah Indonesia berhasil menutup perdagangan akhir Januari di zona positif. Meski penguatan itu harus dilalui dengan susah payah.

Sentimen global membawa pengaruh besar pada pergerakan bursa saham jelang libur akhir pekan ini. Terbukti indeks saham langsung menembus zona hijau usai indeks utama Asia ditutup menguat.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 29 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,875 poin (0,61%) ke level 144,883.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga ditutup menguat 4,999 poin (0,82%) ke level 612,750.

Aksi beli jelang sesi penutupan menjadi motor penggerak ISSI. Sebelum ISSI sempat bergera flat di zona merah dengan level terendah 143,251.

Transaksi perdagangan saham syariah juga meningkat signifikan. Tercatat sekitar 37 miliar saham syariah jadi objek transaksi investor dengan dana bergulir hingga Rp 4,52 triliun.

Sebanyak 86 emiten syariah menyambut libur akhir pekan di zona hijau. Sementara 75 lainnya tertekan aksi jual dan 48 emiten ISSI bertahan stagnan.

Lebih dari separuh penghuni indeks JII juga bergerak naik. Tercatat 1 emiten bluechips syariah dilanda aksi beli sementara 11 lainnya harus turun ke zona merah.

Emiten di sektor industri aneka memimpin penguatan dengan kenaikan 2,86 persen. Diikuti sektor infrastruktur 2,09 persen dan perkebunan 0,75 persen.

Sebaliknya, emiten sektor barang konsumsi justru tertekan melemah hingga 1,77 persen. Begitu pula emiten manufaktur yang turun 0,65 persen.

Daftar emiten pencetak kenaikan harga saham tertinggi (top gainer) dihuni oleh UNTR yang naik Rp 625. Diikuti SMGR Rp 350, INDF Rp 225, ASII Rp 200, dan ITMG Rp 80 per saham.

Sementara raksasa produk barang konsumsi di Indonesia, UNVR, terserang aksi jual dan melemah Rp 550 per saham. Top losser lainnya adalah LPPF yang turun Rp 425, ICBP Rp 400, INTP Rp 300, dan SILO Rp 225 per saham.

Aksi beli investor juga sesi penutupan juga mengangkat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke zona hijau. IHSG naik 12,334 poin (0,27%) ke level 4.615,163.

Investor asing menjadi motor penggerak utama ketika membanjiri lantai bursa dengan aksi beli bersih (nett buy) hingga Rp 1,41 triliun. Posisi beli asing ini merupakan yang tertinggi sepanjang bulan pertama 2016.

Kabar baik juga berhembus dari pasar keuangan. Rupiah menguat 105 poin (0,76%) menjadi 13.768 per dolar AS.

Beri Komentar