Wall Street Seret Indeks Syariah Melemah

Reporter : Syahid Latif
Kamis, 14 Januari 2016 09:20
Wall Street Seret Indeks Syariah Melemah
Kurs rupiah di awal sesi juga mengalami tekanan.

Dream - Rontoknya indeks saham Wall Street menjalar ke berbagai bursa saham dunia, termasuk Indonesia. Sentimen negatif ini juga menyeret bursa saham syariah di Tanah Air.

Pelemahan rupiah serta kompaknya bursa saham regional melemah juga mendorong aksi jual investor yang menghempaskan semua indeks sektoral.

Pada prapembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis, 14 Januari 2016, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) langsung rontok 1,551 poin (1,08%) ke level 141,778.

Pelemahan bursa regional juga memaksa indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 8,901 poin (1,48%) ke level 592,962.

Kondisi tak berubah banya di sesi pembukaan perdagangan. Justru ISSI semain terjun bebas setelah terkoreksi 1,633 poin (1,14%) ke level 141,696. Sedangkan indeks JII turun 9,339 poin (1,55%) ke level 592,524.

Transaksi jual beli yang disulut sentimen Wall Street membuat bursa saham telah diguyur dana investor mencapai Rp 74,10 miliar di awal sesi. Pemodal memperdagangkan 10,47 juta saham di pagi ini.

Kabar buruk dari Dow Jones yang menyelam sampai 2,21 persen juga menyeret Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun dari level 4.500. Di sesi prapembukaan, IHSG langsung terjun bebas 44,396 poin (0,98%) ke level 4.492,783.

Di sesi pembukaan, IHSG turun makin dalam hingga 1 persen. Kali ini IHSG terpangkas sampai 45,309 poin menuju level 4.491,870.

Lantai bursa di awal sesi telah diguyur dana investor hingga Rp 91,35 miliar dengan 28,83 juta saham berpindahtangan. Asing mengambil posisi jual dengan nett sell Rp 7,8 miliar.

Seluruh indeks sektoral di BEI ini tak mampu berbuat banyak pagi ini. Emiten infrastruktur memimpin pelemahan usai turun 1,69 pesen. Disusul indeks sektor industri dasar 1,52 persen dan keuangan 1,44 persen.

Hingga 10 menit waktu perdagangan, kondisi tak berubah banyak. Bursa saham Indonesia masih berada dalam tekanan.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah pagi ini juga bergerak melemah. Pukul 09.10 WIB, rupiah terkoreksi 48 poin (0,35%) menjadi 13.883 per dolar AS.

Beri Komentar