7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
10 Brand Produk Sehari-hari Paling Terkenal Dan Laku Di Indonesia
Dream - Kesuksesan bisnis biasanya tergantung dari seberapa terkenal nama perusahaan atau brand produk yang mereka buat. Sakin terkenalnya banyak masyarakat tak sadar menyebut produk yang dibeli dengan nama brand tertentu.
Pasti kamu pernah mengucapkan Indomie saat berada di warung ketika hendak membeli mie instan. Sangat jarang pembeli menyebut merek lain kecuali mereka sudah jadi penggemar produk mie lain.
Kamu mungkin bukan satu-satunya orang yang menyebut mie instan dengan nama brand. Hal itu bisa dimaklumi karena Indomie ternyata baru didaulat sebagai brand paling banyak dibeli konsumen di Indonesia.
Dalam laporan Brand Foot Print Indonesia Urban 2020 yang dirilis Kantar tercatat ada 10 brand dari sektor FMCG yang paling sering dibeli konsumen di Tanah Air. Brand Footprint meliputi makanan, minuman, perawatan rumah, produk susu, produk kesehatan dan kecantikan.
Peringkat Urban Indonesia yang menjadi objek penilaia ini dianggap mencakup 85 persen dari total rumah tangga di perkotaan besar yang merepresentasikan 30 juta rumah tangga.
" Peluang bagi merek untuk tumbuh masih ada, namun merek tidak dapat hanya mengharapkan pertumbuhan terjadi secara organik. Merek masih perlu memastikan bahwa mereka tetap relevan bagi konsumen untuk dapat bertumbuh," ujar Venu Madhav, General Manager Kantar Indonesia, Worldpanel Division.
Hasil dari studi Brand Footprint Indonesia di perkotaan besar menemukan jika merek lokal berhasil membangun kehadiran yang lebih kuat terlihat dengan 4 dari 5 merek teratas berasal dari produsen lokal.
Hal ini tak terlepas dari kemampuan pemain lokal untuk mengadopsi dengan cepat ke tren konsumen terbaru. Kondisi itu membuat pemain lokal ini bisa lebih produktif dalam meluncurkan inovasi baru ke pasar lokal.
Di kategori makanan, merek produk lokal mendominasi 10 peringkat teratas. Hal yang sama ditemukan pada produk rumah tangga, minuman, perawatan pribadi, dan produk susu yang juga berhasil mendapatkan beberapa posisi teratas.
Mie instan adalah kategori yang paling banyak dipilih konsumen di Indonesia Urban. Mie instan telah menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang tak asing, harga yang terjangkau dan distribusi nasional yang luas juga membuat mie instan menjadi favorit orang Indonesia.
Fanny Murhayati, Direktur Marketing Kantar Indonesia menjelaskan bahwa merek perlu menciptakan sendiri dan memperjuangkan pertumbuhannya. Cara terbaik untuk mendapatkan banyak pembeli adalah dengan mengimplementasikan sebanyak mungkin strategi pertumbuhan.
Pemain FMCG dapat menerapkan beberapa strategi untuk mendapatkan lebih banyak pembeli, seperti menarik pembeli baru untuk merek tersebut, meningkatkan ketersediaan merek ke sejumlah lokasi geografis, atau bahkan bermain di beberapa kategori.
Nah berikut adalah merek-merek produk FMGC yang paling banyak dibeli masyarakat Indonesia:
Peringkat 1: Indomie
Consumer Reach Point (dalam Juta): 1.315
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 7
Peringkat 2: So Klin
Consumer Reach Point (dalam Juta): 876
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 15
Peringkat 3: Kapal Api
Consumer Reach Point (dalam Juta): 693
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 4
Peringkat 4: Royco
Consumer Reach Point (dalam Juta): 612
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 0
Peringkat 5: Mie Sedaap
Consumer Reach Point (dalam Juta): 588
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 2
Peringkat 6: Indofood
Consumer Reach Point (dalam Juta): 501
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 5
Peringkat 7: Frisian Flag
Consumer Reach Point (dalam Juta): 485
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: -9
Peringkat 8: Lifeebouy
Consumer Reach Point (dalam Juta): 428
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 3
Peringkat 9: Downy
Consumer Reach Point (dalam Juta): 428
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 19
Peringkat 10: Sunlight
Consumer Reach Point (dalam Juta): 421
Pertumbuhan CRP Dibandingkan tahun sebelumnya: 3
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?