Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
BTPN Syariah Membidik Pembiayaan Tumbuh 20 Persen Tahun Ini. (Foto: Dream.co.id/Muhammad Ilman Nafian)
Dream – PT BTPN Syariah mencatatkan pembiayaan senilai Rp6,24 triliun triliun sepanjang 2018 lalu. Tahun ini, bank syariah itu menargetkan bisnis pembiayaan perusahaan akan tumbuh 20 persen menuju Rp7,5 triliun.
“ Kalau untuk laba (target), nanti ada tim analisis yang menghitung dari sana,” kata Deputi President Director BTPN Syariah, Mulia Salim, di Jakarta, Rabu malam 15 Mei 2019.
Hingga akhir 2018 lalu, BTPN Syariah mencatat angka rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) berada di level 1,38 persen. Perusahaan menargetkan untuk mempertahankan NPF berada di bawah 2 persen.
Upaya untuk mewujudkan NPF rendah itu dilakukan melalui strategi khusus seperti menyisir nasabah kalangan ibu-ibu pra sejahtera yang ada di pinggiran kota atau kampung-kampung.
Mulia mengungkapkan saat ini BTPN Syariah memiliki 3,5 juta ibu-ibu yang tergabung dalam program ini.
" Potensi target market ibu-ibu prasejahtera ini ada 13 juta di BTPN," ujar Mulia di Jakarta, Rabu 15 Mei 2019.
Dalam program pembiayaan prasejahtera ini, nasabah yang ingin mendapatkan pembiayaan hanya disyaratkan memiliki usaha. Selanjutnya nasabah diimbau mengikuti pelatihan yang diadakan oleh agen BTPN Syariah selama lima hari, dari Senin-Jumat.
" Satu hari satu jam, kalau rutin nanti kita kasih pinjaman. Rutin selama lima hari, dan itu salah satu seleksi," kata dia.
Setelah itu, lanjut Mulia, ibu-ibu akan dibuatkan grup. Setiap grup berisi 5-8 orang. Grup tersebut merupakan “ tanggung renteng”. Kalau ada salah satu anggota yang angsurannya macet, nanti akan dibantu dengan yang lain.
" Bantuan ini dibantunya maksimal dua kali saja oleh anggota yang lain,” kata dia.
Dalam dua tahun ke depan, Mulia berharap, nasabah ibu-ibu prasejahtera ini mampu tumbuh sebesar 5 juta orang.(Sah)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya