Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ada Tiga Pekerjaan Yang Paling Dibutuhkan Di Industri Teknologi Digital. (Foto: Shutterstock)
Dream – Teknologi digital terus berkembang pesat dan lambat laun berpengaruh ke dunia industri. Banyak pelaku industri mengadopsi teknologi digital sebagai aspek operasional bisnis.
Selain penuh tantangan, kondisi ini juga jadi peluang bagi para pencari kerja. Profesi atau tenaga ahli yang bergerak bidang teknologi digital menjadi incara perusahaan yang ingin masuk ke dunia digital.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia memerlukan 17 juta tenaga ahli di bidang digital. Namun kebutuhan tenaga ahli berkualitas baik yang tersedia di Indonesia masih terbatas.
Dikutip dari keterangan tertulis Unika Atma Jaya, Selasa 16 April 2019, ada tiga profesi yang berpeluang dalam teknologi digital.
Pertama, data scientist.
Profesi ini banyak dicari perusahaan yang mengumpulkan data dalam operasional bisnisnya. Sebut saja pebisnis e-commerce yang mempunyai data transaksi pelanggan.
Data tersebut akan diolah menjadi suatu informasi seperti tingkah laku berbelanja pelanggan.
Kalau memilih profesi ini, kamu perlu mengasah kemampuan menganalisis yang mendalam dan berpikir kritis. Kemampuan ini akan didapat di jenjang perguruan tinggi dengan memilih peminatan business intelligence pada jurusan sistem informasi.
Kedua, application developer.
Saat ini, sudah banyak aplikasi di smartphone yang memudahkan kegiatan sehari-hari, mulai dari belanja sampai hiburan. Aplikasi ini merupakan hasil rancangan dari seorang pengembang aplikasi.
Pengembang aplikasi ini terbagi menjadi dua, yaitu Android developer dan iOS developer.
Dalam merancang dan memprogram sebuah aplikasi, kamu harus mempunyai kemampuan algoritma dan logika yang kuat. Biasanya seorang application developer merupakan lulusan dari jurusan sistem informasi dengan peminatan software engineering.
Ketiga, pendiri startup.
Dalam membangun startup digital, kemampuan bisnis dan teknologi digital disatukan. Kamu bisa mempelajari lebih dalam kompetensi yang diperlukan seorang pendiri startup yang diperoleh dari peminatan IT in Business. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya