Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Adaptasi Menjadi Kunci Ampuh Berbisnis Di Tengah Pandemi COVID-19. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pandemi yang berlangsung sejak 2020 menjadi pukulan bagi semua orang termasuk pengusaha dari berbagai sektor industri. Namun pada tahun 2021, adaptasi dan strategi terus dilakukan penggiat industri untuk dapat bertahan di tengah pandemi.
Head of Strategic Merchant Acquisition ShopeePay, Eka Nilam, mengatakan perusahannya selalu berkomitmen membantu para mitra usahanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“ Dengan menghadirkan rangkaian promo menarik, berkolaborasi dengan lebih banyak mitra dan dan menghadirkan wadah berbagi yang inspiratif seperti ShopeePay Talk episode spesial Ramadan ini,” kata Eka dalam webinar virtual, Selasa 20 April 2021.
Acara ShopeePay edisi Ramadan kali ini mengupas strategi mitra usaha untuk berbisnis. Es Teler 77, misalnya, selama Ramadan di tengah pandemi COVID-19, menyediakan paket hemat Rahmat (Rame-Rame Lebih Hemat). Paket ini berisi beberapa produk makanan beku andalan agar konsumen bisa menikmati sajian Es Teler 77 di rumah.
“ Agar konsumen tetap dapat membawa kehangatan sajian khas Es Teler 77 bersama dengan keluarga di rumah,” kata Marketing Manager Es Teler 77, Irman Febrianto.
Paket ini juga bisa menjadi hantaran Ramadan untuk dikirimkan ke kerabat terdekat, kata Irman.
Sebagai industri yang telah berdiri selama 38 tahun ini, Irman menyarankan bagi pebisnis yang baru memulai di masa pandemi, agar tidak ragu untuk melakukannya, dengan diikuti inovasi dan kemampuan melihat peluang.
“ Yang pertama kalau sebagai pebisnis pemula menurut saya harus mulai, jangan kebanyakan perencanaan dan diskusi, mulai aja dulu,” kata dia.
Selanjutnya, pengusaha pemula bisa melakukan trial and learn. Dikatakan bahwa pengusaha bisa mulai belajar dari usahanya.
“ Apa nih yang kurang dan apa yang perlu ditambahkan. Dari situ kita bisa belajar untuk meningkatkan penjualan,” kata dia.
Selanjutnya, jangan pernah cepat menyerah, lanjut Irman. Apalagi, saat ini, banyak media dan platform yang bisa digunakan untuk belajar hingga melakukan promosi. Selain kuantitas, kualitas adalah hal yang penting untuk menciptakan rasa kepercayaan pada konsumen agar tetap bertahan.
(Reporter: Yuni Puspita Dewi)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya