Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi Seorang Perempuan Yang Bekerja Dari Rumah (foto: Pexels.com)
Dream – Semula kamu mungkin salah satu yang berpikir bekerja dari rumah (Work from home/WFH) terasa lebih menyenangkan karena bisa mendapatkan quality time bersama keluarga. Namun seiring waktu, banyak orang mulai merasa bekerja dari rumah banyak lebih melelahkan daripada bekerja di kantor.
Kebijakan social distancing yang dianjurkan pemerintah memang mengubah kebiasaan dan aktivitas setiap orang. Selama masa pandemik virus corona, perubahan dan penyesuaian harus dilakukan oleh para pekerja. Mulai karyawan hingga guru sekalipun.
Apa sih sebenarnya yang menyebabkan bekerja dari rumah terasa lebih melelahkan daripada di kantor? Tentu saja untuk menjawab pertanyaan tersebut menuai banyak alasan. Dilansir dari fimela, inilah alasan bekerja dari rumah terasa lebih melelahkan daripada di kantor:
Nah biasanya ketika bekerja di tempat kerja semua peralatan kerja sudah siap digunakan. Akan tetapi karena ada perubahan aktivitas keseharian, membuat tubuh dan pikiran menjadi terasa lebih melelahkan.
Bayangkan, misalnya di kantor kamu dengan bebas menggunakan jaringan internet lancer, meja kerja yang nyaman, dan fasilitas kerja yang sudah memadai.
Akan tetapi ketika bekerja dari rumah, kamu harus menyiapkan segala kebutuhan untuk pekerjaanmu. Memang ini sedikit merepotkan. Kamu harus membeli paket data internet, memastikan ruang kerjamu jauh dari jangkauan keluarga, dan perlu koordinasi dengan teman sekantor melalui daring yang agak merepotkan.
Kondisi inilah yang membuatmu terasa lebih Lelah disaat bekerja dari rumah.

Kurang gerak akan menyebabkan otot-otot tubuhmu menjadi kaku. Ketika masih bekerja di kantor, kamu perlu melakukan perjalanan pergi dan pulang yang membuat tubuhmu bergerak. Selain itu untuk ke toilet atau dapur kantor yang mungkin kamu harus naik turun tangga. Aktivitas tersebut membuat tubuhmu bergerak.
Sedangkan di rumah, jika kamu tidak mau mengegrakkan tubuhmu untuk olahraga dan peregangan otot, maka tubuhmu akan terasa sakit. Kurang gerak tersebut menyebabkan tubuhmu terasa letih dan lesu, dan tentu saja terasa lebih melelahkan.
Maka dari itu, Sahabat Dream harus tetap berolahraga ya, lari kecil atau sekedar pemanasan kecil-kecilan. Ini penting supaya tubuhmu tetap sehat dan tidak terasa pegal-pegal. Kalua bisa, setiap pagi kamu juga harus berjemur di bawah terik matahari pagi yang hangat sambal berolahraga. Hal ini akan terasa lebih baik untuk tubuhmu.
Jadwal di kantor sudah pasti, kapan kamu harus bekerja, kapan kamu harus istirahat, dan kapan kamu harus makan siang. Jadi aktivitas kita di tempat kerja akan dikondisikan dengan jadwal yang sudah ada.
Hal ini berbeda disaat kamu harus bekerja dari rumah. Banyak tugas rumah yang juga menuntut untuk dikerjakan. Selain menyelesaikan pekerjaan, kamu juga perlu menyiapkan makan siang untukmu sendiri. Jika kamu sudah berkeluarga dan memiliki buah hati, kamu juga menyiapkan kebutuhan makan mereka.
Banyak gangguan di rumah yang pada akhirnya pekerjaanmu terbengkalai. Akhirnya jam kerja pun tidak selesai dari waktu yang semestinya. Double jobs di rumah inilah yang bikin terasa lebih melelahkan.

Selain hal-hal tentang pekerjaan, paparan berita-berita tentang virus corona di linimasa media sosial atau platform perpesananmu juga akan membuat was-was. Update data korban kasus virus corona yang berkeliaran membuat otakmu sulit mencerna dengan akal sehat karena terbentur dengan perasaan khawatir yang berlebihan.
Sementara itu kita juga mesti menyelesaikan pekerjaan yang terkadang membuat kewalahan. Sehingga banyak pikira yang menumpuk di otak untuk segera diatasi. Akibatnya otak menjadi lebih berat. Imbasnya tubuh pun akan menjadi lebih terasa Lelah.
Seperti diulas sebelumnya, disaat bekerja di kantor, kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu tanpa membagi fokus. Sementara jika bekerja dari rumah, yang mungkin tidak terbiasa work from home, urusan domestic menjadi hal yang melelahkan.
Kamu harus membagi waktu sedemikian rupa untuk semua urusanmu. Baik itu urusan domestik (memasak,mencuci, mengurus anak yang juga belajar dari rumah, dan berbagai pekerjaan domestik lainnya), serta menyelesaikan urusan kantormu seperti rapat koordinasi, video call, dan banyak urusan kantor lainnya.
Semua aktivitas itu akan membuat stress yang akhirnya berdampak pada kesehatan tubuhmu. Mungkin bagi sebagian orang sudah terbiasa bekerja dari rumah (freelancer). Namun bagi apra freelancer pun juga tidak menutup kemungkinan terkena dampaknya.
Karena mungkin keluarga berkumpul di rumah dan sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Rumah terasa lebih penuh. Belum lagi jika kamu memiliki anak yang masih sekolah. Kamu juga perlu membantunya belajar dari rumah.
Namun, kamu perlu beradaptasi dengan kondisi ini. lakukanlah dengan hati yang bahagia dan jangan lupa berolahraga. Olahraga dan paparan sinar matahari pagi bisa mengurangi rasa lelahmu ketika bekerja dari rumah. Percayalah, aktivitasmu akan kembali seperti semula ketika wabah virus corona ini sudah berakhir.
Tetap semangat buat kita semua yang sedang berjuang melawan pandemi global ini.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan