Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
BNI Syariah Akan Membuka Layanan Pembukaan Rekening Secara Digital.
Dream – PT BNI Syariah menargetkan pembukaan rekening baru secara online mulai bisa diaplikasikan pada kuartal IV 2019. Anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk ini berharap 20 persen pembukaan rekening dilayani secara digital ini.
Dikutip dari keterangan tertulis BNI Syariah, Kamis 18 April 2019m, Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah, Wahyu Avianto, mengatakan pembukaan rekening online merupakan opsi tambahan dari layanan pembukaan rekening melalui kantor cabang yang saat ini sudah berjalan.
" Sistem pembukaan rekening online ditargetkan bisa meningkatkan akuisisi nasabah baru sebanyak 150 rekening per hari," kata Wahyu di Jakarta.
Dengan layanan baru ini, nasabah yang ingin membuka rekening tak harus datang ke kantor cabang BNI. Layanan ini diharapkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan gaya hidup modern dan serba mobile.
Selain pembukaan rekening secara online, Wahyu mengatakan BNI Syariah juga telah memberikan layanan akses mudah, cepat, dan prudent bagi nasabah yang ingin melakukan pembukaan rekening melalui SCO (Sharia Channeling Office) yang terintegrasi dengan BNI.
Saat ini layanan BNI Syariah dapat dijangkau di lebih dari 1.500 Sharia Channeling Office (SCO) kantor BNI Seluruh Indonesia.
Untuk mendukung inovasi berbasis teknologi tersebut, BN Syariah terus mengembangkan SDM dan infrastruktur baik perangkat keras maupun lunak. BNI Syariah juga berkolaborasi dengan Fintech Syariah, seperti PT Ammana Fintek Syariah untuk memberikan solusi Digital Wakaf.
Selain itu BNI Syariah juga telah terdaftar sebagai anggota AFSI (Asosiasi Fintech Syariah Indonesia) sekaligus mensupport kebutuhan penggunaan fitur-fitur payment/transfer bank yang digunakan oleh para startup/fintech.
Sampai dengan Desember 2018, Dana Pihak Ketiga BNI Syariah sudah mencapai Rp35,50 triliun atau tumbuh 20,82 persen (yoy). Lebih tinggi dari pertumbuhan industri sebesar 11,6 persen.
Komposisi Dana Pihak Ketiga tersebut didominasi oleh dana murah (Giro dan Tabungan) yang mencapai 55,82 persen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya