Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi virus corona baru, Covid-19 membuat masyarakat dunia berharap-harap cemas. Mereka tak segan untuk mengantre untuk menjalani pemeriksaan untuk mengetahui tubuhnya terjnagkit virus atau tidak.
Namun tak semua masyarakat bisa leluasa memeriksakan diri ke rumah sakit. Beberapa negara membatasi pemeriksaan hanya pada orang-orang yang sudah menunjukan gejala terpapar Covid-19.
Kalaupun memaksa untuk memeriksa diri, mereka harus siap bersabar karena antreannya yang sangat panjang.
Beberapa rumah sakit mungkin menyediakan fasilitas pemeriksaan penyakit corona. Namun mereka menetapkan tarif yang tak murah. Ini dikarenakan peralatan medis dan alat laboratorium yang digunakan tak bisa sembarangan.
Namun biaya mahal sepertinya bukan masalah bagi orang-orang tajir seperti para miliarder dan pesohor. Mereka tak perlu lagi ikut antrean panjang bahkan tim rumah sakit yang akan mendatangi mereka.
Fenomena ini seperti terlihat di Amerika Serikat. Virus Covid-19 juga sudah terdetekasi di Negara Paman Sam. Bbeberapa tokoh dan pesohor sudah terinfeksi virus " saudara SARS" .
Dikutip dari Business Insider, Minggu 22 Maret 2020, Idris Elba positif Corona setelah berinteraksi dengan seseorang yang terjangkit virus ini, padahal dia tak merasakan ada gejala apa pun.
Menariknya, kasus Corona membuat President Amerika Serikat, Donald Trump, meminta orang kaya-raya untuk tidak " membeli" akses yang lebih mudah dalam tes virus Corona.
Hal ini disebabkan oleh terbatasnya alat uji virus Corona. Karena inilah Center of Disease Control memberlakukan aturan yang ketat bagi seseorang sebelum mengikuti tes virus Corona.
" Saat jumlahnya terbatas dan aksesnya juga seadanya, orang-orang terkenal dan berduit lebih gampang untuk mendapatkannya," kata President National Center for Health Research di Washington, Amerika Serikat, Diana Zuckerman, kepada Insider.
Misalnya, pada 11 Maret 2020, Oklahoma, Amerika Serikat, menggunakan 60 persen alat tes Corona untuk menguji para pemain NBA dan timnya. Ini menyusul anggota tim basket Utah Jazz yang positif terjangkit virus. Dari 58 uji, hanya 1 yang terbukti positif.

Tak hanya pemain NBA, orang-orang kaya dan selebritis merogoh kocek untuk menggunakan jasa tes virus Corona di laboratorium swasta. Tak bisa dipungkiri, biaya tes di laboratorium swasta membutuhkan biaya tak sedikit. Padahal pemerintah menyediakan tes virus Corona secara cuma-cuma.
" Biayanya ratusan dolar," kata dokter laboratorium di UCLA, David Nazarian.
Para dokter yang berwenang melakukan tes virus Corona juga kebanjiran order dari orang kaya-raya untuk mengikuti tes swab untuk uji Corona.
Praktisi lainnya di Los Angeles, Sari Eitches, juga kebanjiran pelanggan untuk tes virus corona. Saat kebanjiran, Eitches menerapkan aturan.
" Kalau kita tak punya karyawan lab yang cukup untuk membaca hasil tes, kita harus membuat keputusan. Haruskah mendahulukan tes berdasarkan status ekonomi" kata dia.
Dream - Pandemi virus corona tak mengenal usia, jenis kelamin, bahkan status sosial korbannya. Tua muda, kaya dan miskin pun turut menjadi target virus untuk “ berkenalan”.
Di sisi orang-orang panik berburu masker dan sanitizer serta memborong sembako untuk persediaan, orang-orang kaya justru punya cara sendiri menghadapi wabah yang sudah jadi pandemik global ini.
Dengan kekayaannya, mereka akan mengeluarkan uang berapapun untuk menghindari penularan virus corona.
![]()
Ketakutan para hartawan ini menjadi kabar baik buat pada pebisnis yang menyediakan jasa atau produk-produk mahal.
penerbangan pribadi. Seiring dengan merebaknya virus corona, bisnis jet pribadi makin laris. Jet ini disewa oleh orang kaya agar sebisa mungkin tidak melakukan kontak dengan orang asing.
“ Permintaan penerbangan sekarang makin menggila,” kata pemilik Southern Jet, Jerod Davis, kepada Slate, dikutip dari The Guardians, Minggu 15 Maret 2020.

Selain sewa jet pribadi, ada juga kebiasaan orang-orang kaya yang membuatmu geleng-geleng kepala. Mereka yang berdompet tebal memilih untuk “ mengasingkan diri” ke daerah perbukitan. Tentu saja para orang tajir enggan berkomunikasi dengan orang asing karena takut terinfeksi. Misalnya, daerah Selandia Baru menjadi favorit bagi investor Facebook, Peter Thiel, yang memiliki tanah 193 hektare di Pulau Selatan Selandia Baru.
Tak hanya itu, rumah pedesaan yang lengkap dengan fasilitas juga jadi pilihan yang baik.PR Borkowsky menyebut melarikan diri ke sana menjadi salah satu cara yang populer bagi orang kaya untuk membatasi kontak dengan orang lain. Daerah seperti Idaho, Amerika Serikat, dan Gloucestershire, Inggris, menjadi idola.
“ Tak ada satu pun orang yang berjabat tangan. Saya belum pernah melihat banyak hand sanitizer di satu ruangan,” kata Borkowsky, “ Rasanya seperti perang palsu. Apa yang kita lakukan untuk menghindarinya dan bagaimana caranya menghindari orang-orang.”
Orang-orang menggunakan masker untuk menghindari penularan virus corona. Ahli bedah umum Amerika Serikat, Jerome Adams, meminta masyarakat untuk membeli masker.
“ Berhenti membeli masker!” tulis Adams di Twitternya.
Peringatan ini tak menghalangi Naomi Campbell. Dia memakai pakaian serba putih dan masker N95. Ya, masker ini adalah pelindung tubuh yang digunakan oleh dokter dan para ahli virus corona.
Tampilan ini juga mengikuti selfie yang dilakukan oleh Gwyneth Paltrow yang memakai “ masker kota” yang sudah habis terjual di perusahaan Swedia, Airinum.
“ Paranoid? Bijaksana? Panik? Tenang? Pandemi? Propaganda? Paltrow hanya akan pergi dan tidur dengan benda ini di pesawat. Saya sudah berada di sini. Tetap aman. Jangan berjabat tangan. Cuci tangan sesering mungkin,” tulis Paltrow.
Selebihnya, kamu bisa membacanya di sini.
Dream – Virus corona berpengaruh besar terhadap perekonomian global. Pasar saham rontok. Kondisi ini turut berdampak kepada kekayaan para miliarder dunia.
Salah seorang miliarder yang kena getah virus corona adalah Budi Hartono. Bloomberg mengabarkan kekayaan pemilik Djarum Group ini turun US$4,7 miliar atau sekitar Rp70,5 triliun, menjadi US$12,4 miliar atau Rp186 triliun.

Jika menilik pada 9 Maret 2020, kekayaan Budi Hartono mencapai US$15,3 miliar, sekitar Rp229,5 triliun.
Budi Hartono menjadi satu-satunya miliarder Indonesia yang masuk dalam daftar 100 orang terkaya di dunia versi Bloomberg. Dia berada pada posisi ke-92. Contoh sumber kekayaanya adalah Djarum dan PT Bank Central Asia Tbk.
Sumber: Liputan6.com/Nurmayanti
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya