Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Lima Kota Di Indonesia Ini Memiliki Biaya Hidup Paling Murah
Dream - Bagi yang ingin menetap di sebuah tempat, pasti akan memikirkan lingkungan sekitarnya.
Selain itu, ada faktor lain yang juga tak kalah pentingnya, yaitu biaya hidup selama di sana. Memperkirakan biaya hidup selama menetap di satu tempat merupakan hal yang perlu dilakukan.
Sebelumnya, untuk mengetahui biaya hidup di satu tempat cukup sulit karena tidak ada data sebagai rujukannya.
Namun dengan adanya Badan Pusat Statistik (BPS), orang awam bisa tahu biaya hidup di satu tempat.
Caranya adalah dengan membaca hasil Survei Biaya Hidup (SBH) yang dikeluarkan oleh BPS Pusat setiap lima tahun sekali.
Merujuk Laporan SBH tahun 2018, berikut terdapat beberapa daerah yang memiliki biaya hidup murah di Indonesia.
Kota Waingapu terletak di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Waingapu merupakan kecamatan sekaligus ibukota dari Kabupaten Sumba Timur.
Data tahun 2020 mencatat bahwa mayoritas penduduk merupakan petani sebanyak 6.258 orang, kemudian pedagang 3.613 orang, PNS serta Polisi dan TNI sebanyak 3.064 orang. Ada juga yang jadi nelayan, pengrajin, peternak, pekerja swasta, dan buruh.
Waingapu memiliki banyak objek wisata yang cukup terkenal. Seperti Pantai Walakatiri, Air Terjun Waimarang, Bukit Tenau, dan lain-lain. Berdasarkan SBH tahun 2018, biaya hidup yang dikeluarkan per bulannya sekitar Rp1,4 juta per orangnya. Sementara, UMK Waingapu yaitu sebesar Rp1,6 juta.
Tual adalah sebuah kota di Provinsi Maluku, Indonesia. Kota Tual merupakan kota terbesar kedua setelah Ambon.
Tual sendiri adalah gugusan pulau -pulau kecil yang terdiri dari 66 pulau. 13 pulau diantaranya berpenghuni. Tual memiliki sumberdaya kelautan dan perikanan yang melimpah serta kondisi pulau-pulau kecil dan pesisir yang indah permai karena dikelilingi pasir putih.
Biaya hidup per bulan di Kota Tual yaitu Rp1.599.141 per orangnya. Sementara UMK di kota ini per tahun 2018 lumayan besar, sekitar Rp2 juta.
Ibukota Kabupaten Sikka di Pulau Flores ini menempati urutan ketiga sebagai kota dengan biaya hidup termurah di Indonesia. Dalam sejarah, kota ini pernah diguncang tsunami pada 1992 dan menewaskan lebih dari 900 orang.
Pada saat ini, daerah bernama 'Maumere' sebenarnya sudah tidak ada dalam pembagian wilayah administratif Indonesia. Tetapi daerah yang umumnya dianggap sebagai 'Kota Maumere' adalah daerah-daerah yang termasuk dalam Kecamatan Alok, Kecamatan Alok Timur, dan Kecamatan Alok Barat.
Satu-satunya kota terkecil di dunia yang pernah dikunjungi Sri Paus Yohanes Paulus II ini memiliki biaya hidup yang cukup murah, kurang lebih sebesar Rp1.621.339 per orangnya. Meski demikian, UMK di kota ini per tahun 2018 sebesar Rp 1.660.000.
Kota yang terletak di Sumatera Selatan ini merupakan hasil pemekaran Kabupaten Musi Rawas pada tahun 2001 silam. Lubuklinggau terkenal dengan berbagai objek wisata yang menarik.
Salah satunya adalah objek wisata unik yang cukup langka. Tempat wisata tersebut adalah Taman Kurma Lubuklinggau. Seperti namanya, taman ini membudidayakan tanaman kurma yang biasanya hanya hidup di gurun pasir.
Menurut laporan SBH 2018, biaya hidup di Kota Lubuklinggau mencapai Rp1.662.035 per orangnya. Sementara UMK di kota tersebut mencapai Rp2,8 juta pada tahun 2018.
Ibukota Kabupaten Buleleng, Bali, ini menempati urutan terakhir sebagai kota dengan biaya hidup murah di Indonesia.
Kota ini pernah menjadi ibukota Kerajaan Buleleng, dan juga Provinsi Bali. Namun pada tahun 1958, ibukota Provinsi Bali dipindahkan ke Denpasar.
Bagi yang ingin menetap di Bali, bisa mempertimbangkan Kota Singaraja sebagai pilihan. Masalahnya, hasil SBH 2018 menunjukkan biaya hidup di kota ini cukup terjangkau, yaitu Rp1.683.382 per orang dengan besaran UMK yang lumayan tinggi, yakni Rp2,8 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya