Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menkeu Terpaksa Jalan Kaki Setelah Terlibat Kemacetan Di Pertemuan G20 (Foto: Facebook Sri Mulyani Indrawati)
Dream - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terjebak kemacetan parah saat hendak kembali ke hotel usai pertemuan Kelompok Negara 20 (G2) di Roma, Italia. Menkeu berada di negeri Pizza itu untuk menghadiri pertemuan tahunan yang juga dihadiri Presiden Joko Widodo.
Aktif mengabarkan perkembangan pertemuan G20 melalui media sosialnya, Sri Mulyani menceritakan kota ROma mendadak menjadi sangat sibuk setelah menjadi tuan rumah pertemuan puncak G20.
Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas di Roma menjadi lebih padat dari biasanya, bahkan sering kali terjadi kemacetan. Arus semakin ramai karena Roma memang terkenal sebagai destinasi pariwisata yang dikunjung banyak turis dunia.
Dikutip dari akun Facebook Sri Mulyani Indrawati, sang bendahara negara ini ternyata pernah menjadi korban kemacetan sehingga memaksanya turun dari mobil dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki. Kala itu Menkeu sedang dalam perjalan ke hotel tempatnya menginap.
" Dua hari lalu, saya sempat terjebak macet karena kehadiran salah satu kepala negara di pusat kota Roma," kata Menkeu dalam unggahan Minggu, 31 Oktober 2021.
Perjalanan pulang itu ditemani seorang gadis lulusan sekolah hubungan internasional yang sedang magang di Kementerian Luar Negeri yang disapa Carla.
Dalam perjalanan tersebut, Sri Mulyani beruntung bisa menikmati kota Roma dan berbaur dengan para turus. Tak lupa Menkeu menyempatkan melihat tempat bersejarah seperti Fontana di Trevi, Piazza Navona.
Dari penuturan petugas Laison Officer itu, Menkeu mengetahui sejarah Foantain yang dibangun 1760 dan cerita di balik arsitek yang membangun tempat tersebut. Fontana selama ini terus menerus dikritik oleh tukang potong rambut (barber) yang berlokasi di depan Fountain tersebut.
Sang arsitek rupanya membangun pot bunga besar di depan Fountain yang menghadap tempat tukang cukur rambut sehingga mereka tidak bisa lagi melihat air mancur lagi. Alhasil pencukur rambu itu tidak perlu lagi berkomentar mengenainya.
" Kemacetan lalu lintas memberikan manfaat untuk jalan kaki dan menikmati sedikit kota Roma," tulis Sri Mulyani menutup ceritanya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya