Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Kisah Hidup Mantan Pecandu Narkoba Yang Hidup Menggelandang Dan Jadi Loper Majalah.
Dream - Nasib seseorang bagaikan roda yang berputar. Terkadang di bawah dan terpuruk. Namun karena perjuangan keras, dia bisa berada di atas dan hidup dengan penuh kebahagiaan.
Begitulah kiasan yang tepat untuk menggambarkan perjalanan hidup seorang mantan loper majalah dan pecandu narkoba bernama Philip Waltham.
Sekarang Philip meraih sukses dengan menjalankan perusahaan fesyennya sendiri, yang ditaksir bernilai 9 juta Poundsterling. Jika dirupiahkan hampir mencapai Rp177 miliar.
Philip teringat dia awalnya hidup terpuruk saat menjadi seorang tunawisma. Untuk menghidupi keperluan sehari-hari dia menjadi loper majalah.
Namun pria 44 tahun ini punya alasan tersendiri hingga dia terdampar di London dan menjadi tunawisma di ibukota Inggris Raya itu.
Philip menjadi tunawisma dan menjual majalah selama tiga tahun di London. Dia sebenarnya melarikan diri dari kota asalnya di Hull. Philip remaja tak mau kecanduan narkoba lagi.
Bagi pendiri perusahaan fesyen Bulk Vintage Wholesale ini majalah yang dijualnya telah membantu dirinya untuk bertahan. Selain untuk makan, uang hasil berjualan majalah tersebut dia tabung.
" Berjualan majalah telah mengajari saya untuk menghargai diri sendiri. Saya belajar cara mengatur uang dan betapa pentingnya membeli rumah," kenangnya.
Dengan uang tabungannya, Philip kemudian membuka sebuah toko baju kecil-kecilan yang menjual pakaian bekas layak pakai di sekitar London.
Ternyata dewi keberuntungan memihak Philip. Usaha toko pakaian bekasnya makin berkembang dan menjadi toko yang menyediakan pakaian vintage.
Philip pertama kali membuka toko pakaian vintage-nya di Camden, London, dan sekarang sudah membuka dua cabang di Newcastle dan York.
Tidak hanya di sekitar London, The Vintage Store milik Philip juga akan membuka dua cabang lagi di Liverpool dan Manchester.
Mengenai bisnisnya, Philip sekarang harus berpacu dengan tren baju yang cepat berubah dengan harga murah yang biasa disebut dengan istilah fast fashion.
" Kami harus melawan fast fashion. Tidak hanya dari tempat pembuangan sampah, kami juga mendatangi pabrik besar dan mengambil pakaian dari sana.
" Tahun lalu kami mengambil sekitar 600 ton pakaian dan kemudian mendaur ulangnya kembali untuk dijual," jelas Philip tentang tantangan yang dihadapinya.
Kisah Philip ini sangat menginspirasi dan menjadi contoh yang bagus dari efek transformatif yang bisa disebarkan oleh perusahaan media cetak kepada orang-orang yang bekerja untuk mereka.
Sumber: Daily Star
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan