Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nick Woodman, CEO GoPro
Dream - Pernah menjadi pemimpin pasar kamer saku, nasib nahas dialami perusahaan GoPro. Kalah dari persiangan, GoPro diambang kebangkrutan dan siap untuk dijual.
Nasib menyakitkan paling dirasakan oleh pendiri dan CEO GoPro, Nick Woodman. Dua tahu lalu penghasilan pria ini mencapai US$800 ribu (Rp10,7 miliar) plus bonus US$300 ribu (Rp4,02 miliar), kini harus berlapang dana menerima gaji hanya US$1. Ya, hanya sekitar Rp13.300.
Woodman yang pernah masuk dalam jajaran orang terkaya dunia kini hanya bisa pasrah menyangsikan hartanya terus menyusut seiring harga saham yang rontok.
Seolah kabar buruk tak berhenti mendera, kini nasib perusahaan juga dipertaruhkan. GoPro menunjukan outlook mengecewakan dan berencana memangkas perusahaan cabang di seluruh dunia dan memberhentikan 250 pegawai. Tak hanya itu, GoPro juga mundur dari persaingan bisnis drone.
![]()
Kondisi ini tentun saja tak pernah diperkirakan mengingat saham saham perusahaan pernah menjadi market darling karena produknya yang dicintai anak kekinian. Nyatanya, perusahaan kewalahan bersaing menjual kamera dan drone dan harus memangkas habis harga beberapa perangkatnya.
Dalam pernyataannya, perusahaan kemungkinan masih mendapat penghasilan sekitar US$340 juta pada kuartal IV lalu. Namun angka itu jauh dari proyeksi US$460 juta-480 juta yang diperkirakan para analis.
GoPro juga pesimis bisa mendapat keuntungan paling tidak sampai kuartal kedua 2018.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya