Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Hati-hati Dalam Berkomentar Di Medsos Kalau Tak Ingin Kepegawaian Terancam. (Foto: Shutterstock)
Dream – Di dunia maya, orang sebaiknya berhati-hati. Jangan sampai mengunggah sesuatu yang berujung merugikan diri sendiri.
Seperti yang dialami oleh seorang karyawan bernama Carry Yean.
Dikutip dari Business Insider, Minggu 23 Desember 2018, Carry mengunggah komentar yang membuat warganet panas.
Wanita ini berkomentar tentang kematian seorang pemadam kebakaran Malaysia, Muhammad Adib Mohd Kasim. Adib meninggal dunia ketika menjalankan tugasnya di lokasi kerusuhan.
Ketika itu, dia bertugas untuk memadamkan kebakaran akibat kerusuhan penolakan relokasi kuil Sri Maha Mariamman. Pemuda berusia 24 tahun ini meninggal akibat dipukuli massa.
Di komentar itu, Carry mengunggah status bahwa kematian Adib bukan karena salah pemerintah. Dia menyalahkan Tuhan Adib yang tidak menyelamatkan nyawa pemuda itu.
“ Kematian Adib bukan salah pemerintah. Itu karena Tuhanmu yang gagal menyelamatkannya,” tulis Carry.
Otomatis, komentar Carry menjadi viral di jejaring sosial.
Dikutip dari New Strait Times, usut punya usut ternyata Carry bekerja di distributor Honda di Malaysia, Sri Utama Auto Sdn Bhd. Direktur perusahaan, Wong Chee Kong, mengatakan pihaknya siap untuk memfasilitasi penyelidikan internal.
Wong Chee Kong siap menindak tegas terhadap karyawan atas insiden itu.
Kini, status kepegawaian Carry “ digantung” oleh perusahaan.
“ Kami dengan tulus meminta maaf atas komentar sensitive yang dibuat oleh anggota staf kami atas meninggalnya Adib,” tulis dia di pernyataan tertulis.
Pihaknya tidak akan memaafkan karyawan yang berperilaku tidak pantas. “ Kami tidak memaafkan dan memberi toleransi perilaku seperti itu, baik online maupun offline,” tulis Wong Chee Kong. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam