Rabu, 21 Oktober 2026 Cari

Hati-hati, 3 Penipuan Online Ini Mengintai Lewat Sosmed

Reporter : Syahid Latif
Senin, 28 Maret 2016 09:46
Hati-hati, 3 Penipuan Online Ini Mengintai Lewat Sosmed
Kegirangan karena mendapat hadiah yang lewat Sosmed, ternyata isinya penipuan. Kenali tiga modus ini.

Dream - Suka atau tidak suka, semakin banyak saja orangtua yang ikut bergabung di media sosial. Umumnya mereka mendaftar hanya untuk mengawasi anak-anaknya.

Namun kadang mereka juga ikut larut dalam hingar-bingar dunia media sosial yang penuh jebakan dan kepalsuan. Salah satu jebakan tersebut adalah penipuan online yang akhir-akhir marak terjadi di media sosial.

" Yang paling rentan menjadi korban penipuan online di media sosial adalah mereka yang berusia 50-an lebih," kata Maggie Castro-Stevens, Direktur AARP.

Castro-Stevens kemudian menyoroti beberapa penipuan online di media sosial terbaru yang perlu Anda waspadai. Berikut adalah tiga contohnya:

Mulai dari Kupon Berhadiah....

1 dari 3 halaman

1. Kupon Berhadiah

1. Kupon Berhadiah © Dream

1. Kupon Berhadiah

Setiap tahun ada 300 miliar kupon palsu yang dibuat untuk menggoda pengguna media sosial agar mengklik. Di Facebook Anda mungkin pernah melihat kupon berhadiah US$ 200 dari Nordstrom atau kupon US$ 100 dari Lowe. Kupon-kupon tersebut terlihat seperti resmi dan profesional. Ini karena penipunya menggunakan logo yang dibuat mirip dengan logo asli.

" Perusahaan besar seperti mereka tidak mungkin menawarkan kupon liburan gratis senilai ribuan dolar. Jika mereka memang melakukannya, kupon-kupon itu tidak akan di media sosial," kata Castro-Stevens.

Penipu online akan sering meminta Anda untuk membagikan kupon palsu itu ke teman Anda, meminta Anda untuk memasukkan informasi pribadi Anda, atau bahkan meminta Anda membeli kupon tersebut. Namun berhati-hatilah, dengan mengklik link untuk menebus diskon yang tertera di kupon palsu itu dapat mengakibatkan pencurian identitas atau infeksi malware pada komputer Anda.

Bagaimana Anda bisa membedakan yang asli dan palsu? Jika kupon online tersebut asli, kemungkinan akan dipajang di situs perusahaan. Selain cobalah mencari kupon online dengan tambahan kata scam atau penipuan dan lihat apa yang muncul, kata Castro-Stevens.

2 dari 3 halaman

2. Pelacak Profil Facebook

2. Pelacak Profil Facebook © Dream

Dream - Anda pernah ditawari script yang bisa mengetahui siapa saja yang pernah melihat profile Anda? Nah, itulah yang penipu gunakan untuk menjaring mangsa sebanyak-banyaknya. Tapi tidak seperti LinkedIn, Anda tidak perlu daftar jadi anggota atau membayar program premium untuk melacak audiens Anda. Namun, script tersebut secara diam-diam akan mengopi semua informasi tentang Anda atau bahkan orang yang melihat profil Anda. Script semacam ini sebenarnya melawan kebijakan Facebook. Dengan mengklik link ke script tersebut Anda akan dibawa ke halaman yang meminta Anda untuk memasukkan informasi pribadi atau bahkan mengunduh malware ke komputer Anda.

3 dari 3 halaman

3. Email Penipuan

3. Email Penipuan © Dream

Dream - Ketika penipu menggunakan teknik phishing dengan mengirim pesan atau email, mereka mengaku sebagai perusahaan resmi. Hal itu dilakukan agar mereka mendapatkan informasi pribadi atau password. Dalam penipuan ini, Anda akan mendapatkan email yang terlihat seperti telah dikirim oleh media sosial seperti Twitter. Mereka mengirim pesan dengan peringatan yang mengatakan bahwa Anda perlu mengaktifkan kembali akun Anda karena sudah dibatalkan atau ditutup.

Dalam rangka untuk mengaktifkan kembali akun Anda, email palsu itu akan mengarahkan Anda untuk mengklik link atau mengunduh lampiran. Dengan melakukan itu Anda mungkin telah mengunduh malware atau Anda mungkin mengorbankan keamanan akun pribadi lainnya di mana Anda menggunakan login yang sama.

Jaringan anti-penipuan online Amerika Serikat AARP merekomendasikan Anda menghapus email seperti itu segera dan memeriksa halaman dukungan resmi dari platform media sosial di mana Anda berpikir akun Anda mungkin telah disusupi. Ketahui semuanya sendiri secara langsung untuk mengetahui apakah ada sesuatu yang salah dengan akun Anda.

Beri Komentar