Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Warren Buffet Melalui Berkshire Hathaway Melepas Saham Apple
Dream - Investor di bursa Wall Street terkejut dengan langkah miliarder Warren Buffet. Menjadi suhu investasi dan jadi rujukan investor dunia, Buffet tiba-tiba saja melepas sahamnya di perusahaan teknlogi informasi raksasa, Apple.
Perusahaan Buffet, Berkshire Hathaway dilaporkan telah menjual sebanyak 57 juta lembar saham Apple di bursaa saham NASDAQ.
Langkah ini sama mengejutkannya ketika suhu investasi berjuluk The Oracle of Omaha itu memborong saham Apple yang selama ini tak pernah menjadi portofolio perusahaan investasinya.
Keputusan Berkshire melepas saham Apple membuat investor lain panik. Muncul kekhawatiran jika tindakan itu menandakan masa keemasan Apple akan berakhir.
Selama 24 tahun, melalui inovasi seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPade, Apple menjelma menjadi perusahaan raksasa dengan valuasi mencapai lebih dari US$ 2 triliun.
Belum lama Apple juga tercatat sebagai penguasa kedua pasar smartphone dan sistem operasi desktop dan pemimpin produk tablet dunia melalui iPad.
Di tengah tekanan pandemi global, Apple diperkirakan meraup pendapatan pada kuartal I sebesar US$ 294,1 miliar dan free cash low mencapai US$ 80,2 miliar atau meroket dari posisi tahun 2010 senilai US$ 16,6 miliar.
Lalu mengapa Buffet yang pernah mengidolakan saham Apple tiba-tiba melepas portofolio emasnya itu?
Mengutip laman fool.com, di tahun 1988 Buffet dalam RUPS Berkshire mengeluarkan pernyataannya yang terkenal. " Ketika kami memiliki porsi dari bisnis dan manajemen yang memuaskan, posisi kepemilikan kami adalah selamanya.
Penulis kolom komentar di situs tersebut, Trecor Jennewine menduga, mesti tak sepenuhnya yakin, salah satu alasan Berkshire melepas sahamnya di Apple karena Buffet mulai merasa tidak nyaman dengan kepemilikan sahamnya yang sangat besar.
Melihat pada posisi keuangannya, saham Apple berkontribusi 48 persen dari nilai portofolio saham Berkshire. Level yang terpusat di satu saham memicu risiko signifikan dan membuat Buffet tak yakin dengan posisi ini.
Trevor yang juga memiliki saham Tesla menilai langkah Buffet itu tak harus membuat investor khawatir. Berkshire saat ini masih menguasai 887 juta saham Appple yang bernilai US$ 117 miliar.
Buffet juga memiliki lebih dari 5 persen saham oustanding Apple sementara investasi Berkshire di perusahaan Apple masih mencapai 44 persen dari portofolionya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya