Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Tidur. (Source: Shutterstock)
Dream - Pernahkah kamu mendengkur saat tidur? Apakah pasanganmu sering mendengkur saat tidur? Jika ya, tentunya kamu atau pasanganmu pernah atau sering merasa terganggu saat tidur di malam hari.
Mendengkur tidak hanya mengganggu orang lain, hal tersebut juga bisa berdampak buruk pada diri sendiri. Tanpa disadari, mendengkur bisa jadi merupakan kebiasaan yang menandakan seseorang sedang kesulitan bernapas saat tidur.
Internis, RA Adaninggar, mengungkapkan bahwa mendengkur terjadi saat pangkal lidah jatuh ke belakang. Akibatnya, jalan napas menyempit dan tubuh membutuhkan tekanan penghisap udara untuk mendorong udara agar bisa masuk ke paru-paru. Ketika itulah langit-langit mulut pun bergetar dan menyebabkan seseorang mendengkur.

Pada sebagian orang, mendengkur bisa menyumbat total saluran napas atas. Sehingga, napas pun bisa berhenti berulang dan tubuh pun kekurangan oksigen selama tidur. Akhirnya, seseorang akan mengalami Obstructive Sleep Apnea (OSA) yang berujung pada berbagai gangguan kesehatan.
Meski banyak orang yang memiliki kebiasaan mendengkur, namun potensi mengalami OSA meningkat pada penderita obesitas, hidung tersumbat, amandel membesar, sedang hamil, terbiasa tidur terlentang, merokok, minum alkohol, atau sering merasa kelelahan.
Jika tidak segera diatasi, kamu bisa mengalami kekurangan oksigen berulang, peningkatan radikal bebas, peradangan, aktivasi saraf simpatis, serta hipertensi.
Ketika sudah mengalami hipertensi, kamu berpotensi lebih tinggi untuk mengalami komplikasi organ. Apalagi, OSA merupakan penyebab hipertensi yang sulit terkendali meski telah mengonsumsi obat-obatan.

Oleh karena itu, sebaiknya, lakukan deteksi dini dengan menyadari beberapa kebiasaan seperti mendengkur sangat keras tiap malam, bangun karena tersedak, kelelahan berlebihan di siang hari, serta sering tertidur di tengah aktivitas meski cukup tidur malam.
Kamu juga harus berhati-hati jika memiliki kebiasaan mendengkur dan sedang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan, gondok, terbiasa merokok, serta mengonsumsi alkohol. Jika kamu mengalami gejala seperti yang telah disebutkan, segera berkonsultasi pada dokter.
Umumnya, pemeriksaan OSA dilakukan dengan metode polisomnografi, yaitu merekam gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, denyut jantung, pernapasan, gerakan tangan dan kaki saat tidur, melihat siklus serta tahap tidur yang terganggu.
Selanjutnya, penderita OSA bisa mengatasinya dengan modifikasi gaya hidup seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, menghindari minuman beralkohol, mencegah kelelahan, dan memiringkan tubuh saat tidur.
Agar lebih efektif, penderita OSA bisa menggunakan alat bantu napas CPAP saat tidur, memakai alat khusus di mulut agar pangkal lidah tidak jatuh ke belakang, atau mengatasi buntu hidung, operasi amandel, serta operasi untuk mengatasi sumbatan saluran napas.
Laporan: Siti Sarah Al Hafiz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam