Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Memperkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia.
Dream - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia baru-baru ini merilis perkiraan ekonomi nasional di Kuartal II tahun 2020.
Menurut Ketua Umum KADIN, Rosan P. Roeslani, akan terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi antara -4% sampai -6% di Kuartal II pada tahun ini.
Adanya kontraksi pertumbuhan ekonomi tersebut disebabkan proses stimulasi penanganan Covid-19 yang masih sangat lambat.
Dalam siaran pers tertanggal 28 Juni 2020 disebutkan bahwa muncul tekanan-tekanan akibat penyerapan di berbagai bidang, seperti kesehatan baru 1.54%, perlindungan sosial di 28.63%, insentif usaha 6.8%, UMKM 0.06%, korporasi 0% dan sektoral pada 3.65%.
" Ini akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial dan perekonomian menjadi lebih berat," katanya.
Lemahnya implementasi stimulus tersebut akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal III kembali kontraksi di level negatif. Akibatnya, secara teknis, Indonesia masuk dalam fase resesi ekonomi.
Dari sisi perdagangan, terjadi surplus pada bulan April dan Mei 2020 akibat adanya penurunan impor (-18.6% Year on Year atau YoY di April dan -42.2% YoY di Mei) yang lebih tinggi dibandingkan penurunan ekspor (-7% YoY di April dan -28.95% YoY di Mei).
Sementara dari sisi investasi, penurunan realisasi penanaman modal asing diperkirakan akan lebih menurun di Kuartal II 2020 dibandingkan -9.2% di Kuartal I.
Sedangkan momentum kenaikan realisasi investasi dalam negeri belum bisa diharapkan akibat rendahnya pertumbuhan kredit yang hanya mencapai 2.68% per Mei 2020.
Ketidakpastian Covid-19 tidak hanya memengaruhi arus perdagangan dan investasi, namun juga terhadap penurunan daya beli dan konsumsi dalam negeri di Kuartal II 2020.
Faktor lain yang menjadi penyebab kontraksi pertumbuhan ekonomi di Kuartal II adalah pengalokasian ulang beberapa item (termasuk investasi jangka panjang) dari postur anggaran untuk kepentingan pemulihan ekonomi di Kuartal II dan masih belum terjadinya penggelontoran untuk pemulihan ekonomi secara optimal.
KADIN Indonesia sudah memperkirakan bahwa pertumbuhan ekonomi 2.96% di Kuartal I tidak akan setinggi prakira sebelumnya. Beberapa faktor yang memperlambat pertumbuhan ekonomi di Kuartal I semakin nyata dialami dunia usaha dan sektor riil di kuartal II 2020.
" Karena itu, jika tidak terjadi peningkatan ketepatan, kecepatan, dan keterpaduan dalam kebijakan pemulihan ekonomi, bisa dipastikan kontraksi ekonomi di kuartal III 2020 akan terjadi lagi (prospek terjadinya resesi ekonomi)."
Risiko terjadinya kelumpuhan permanen di beberapa unsur dalam dunia usaha tidak bisa diremehkan, jika tidak segera dilakukan pemulihan daya beli dan daya produksi secara inklusif, cepat, dan masif.
Sumber:
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya