Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Pengusaha Ini Jadi Miliarder Karena Kebijakan Work From Home Untuk Mencegah Penularan Virus Corona. (Foto: Shutterstock)
Dream – Kebijakan kerja dari rumah (work from home/WFH) menjadi “ ladang uang” bagi segelintir orang. Selain pemilik aplikasi vdeo coneference zoom, wabah Covid-19 juga telah membawa tumpukan uang buat CEO Cloudflare Inc, Matthew Prince.
Dikutip dari Liputan6.com, Selasa 12 Mei 2020, saham perusahaan Cloudflare mendadak melonjak sebelum laporan keuangan perusahaan ditutup.
Nilai saham perusahaan asal San Fransisco, Amerika Serikat tersebut naik 14 persen menjadi US$28,52 (Rp424.441) per lembar, membuat kekayaan Matthew menyentuh angka US$1,08 miliar (Rp16,07 triliun), demikian laporan Bloomberg Billionaires Index.
" Cloudflare menjadi penyedia layanan steeaming, gaming dan e-commerce ketika orang-orang melakukan kegiatannya dari rumah," kata analis Bloomberg Intelligence Mandeep Singh.
Sejak IPO pada September lalu, nilai saham perusahaan tercatat melonjak 90 persen. Cloudflare dikenal akan penyediaan jaringan dan manajemen trafik yg memungkinkan situs cloud-based beroperasi dengan lebih efektif.
Matthew yang membantu peluncuran perusahaan di tahun 2009 memiliki saham sekitar 12,5 persen, sedangkan Co-foundernya Michelle Zatlyn memiliki saham 4,8 persen.
Ketika diimintai keterangan mengenai kejelasan status miliarder Matthew, juru bicara Cloudflare Daniella Vallurupalli belum memberikan komentar dan respon apapun.
Dengan demikian, Matthew turut bergabung dengan jajaran miliarder yang tambah kaya selama pandemi Corona selain CEO Amazon Jeff Besoz, CEO Netflix Reed Hastings dan CEO Zoom Eric Yuan, yang kekayaannya naik dua kali lipat tahun ini menjadi US$7,8 miliar (Rp116,07 triliun).
Sementara dalam penutupan perdagangan, Cloudflare diprediksi meraup keuntungan US$87 juta (Rp1,29 triliun) pada kuartal I tahun ini, naik 41 persen dari tahun sebelumnya, demikian menurut analis dalam survey Bloomberg.
(Sumber: Liputan6.com/Athika Rahma)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya