Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
(Sumber: Youtube.com/kapanlagicomvideo)
Dream - Indonesia sebagai salah satu negara yang terus tumbuh dan berkembang, tak ada henti-hentinya memberikan kejutan pada dunia. Salah satunya lewat pertumbuhan start-up digital yang belakangan mulai tumbuh subur. Bukan hanya di Jakarta, melainkan lahir dari berbagai daerah.
Melihat hal ini, The NextDev 2017 pun hadir untuk mengumpulkan para kreator yang membuat karya terbaik dalam bidang start-up digital. Tujuannya tentu saja untuk mencari solusi bersama terhadap permasalahan sosial di Indonesia. Salah satunya adalah E-Agriculture.
Sebagai salah satu dewan juri The NextDev 2017, Dennis Adhiswara, yang juga sang kreator film, mengingatkan kepada para peserta, agar tak hanya fokus di pengembangan aplikasi. Lebih dari itu, CEO dan Founder Layaria Network tersebut juga melayangkan sanggahan ke para peserta. Misalnya, bagaimana jika di lapangan, para petani khawatir menggunakan aplikasi E-Agriculture tersebut, lantaran diteror oleh tengkulak.
Hal-hal semacam itu, menurut Dennis perlu diantisipasi oleh pengembang start-up digital semacam E-Agriculture. Selain itu, peserta The NextDev 2017 juga diminta untuk fokus pada market juga edukasi, terutama bagi pengguna dari aplikasi tersebut, yaitu para petani.
Turut memeriahkan acara, Kevin Hendrawan dan Agung Hapsah. Mereka berbagi pengalaman seputar video content creation. Agung sendiri cukup mengapresiasi para peserta The NextDev 2017. Sebab, berkat mereka start-up digital di Indonesia bisa terus tumbuh, layaknya di Silicon Valley, Amerika Serikat.
Ia bahkan menilai, jika keberadaan perancang start-up digital ini menjadi bukti apabila teknologi bagi orang Indonesia dewasa tak sekadar untuk bertelepon. Lebih dari itu, orang-orang kreatif di Indonesia mampu memanfaatkannya untuk menciptakan solusi bagi permasalahan sosial di Indonesia.
Selengkapnya tentang keseruan The NextDev E-Agriculture ini, dapat langsung disimak lewat video satu ini.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya