Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Pixabay.com
Dream - Sebuah perusahaan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan, China menuai kontroversi. Gara-garanya ada salah satu karyawan yang dipaksa makan telur mentah karena tidak mencapai target yang ditetapkan perusahaam.
Dikutip dari Oddity Central, Kamis 25 Agustus 2022, kasus ini viral setelah seorang mahasiswa bermarga Du curhat di media sosial dan membeberkan pengalamannya sebagai anak magang di perusahaan teknologi Zhengzhou.
Dia mengatakan, perusahaan tersebut memiliki aturan aneh yang mengharuskan karyawan memakan telur mentah jika tidak mencapai target dalam jangka waktu tertentu.
Bahkan program magang mahasiswa tersebut dihentikan oleh perusahaan setelah dia menolak untuk mematuhi aturan tersebut. Pihak perusahaan menuliskan " alasan pribadi" sebagai alasan untuk mengakhiri magang mahasiswa tersebut.
Pengungkapan Du pun memicu kemarahan publik. Bahkan sebuah video yang diposting secara anonim tersebar di media sosial. Video itu memperlihatkan karyawan perusahaan yang tampaknya mual ketika mencoba memakan telur mentah.
Netizen menyebut hukuman tersebut tidak manusiawi. Banyak dari mereka yang memperingatkan bahaya makan telur mentah, dan mengecam tindakan perusahaan serta meminta pertanggung jawaban bagi para korban.
Sementara itu, perwakilan perusahaan yang enggan disebutkan namanya, tampaknya tidak terlalu ambil pusing dengan reaksi tersebut. Mereka hanya mengklaim bahwa makan telur mentah sudah jelas diatur dalam buku pedoman karyawan.
Ketika Du bertanya tentang legalitas aturan tersebut, manajer SDM diduga membalikkan dengan pertanyaan kembali, “ Hukum apa yang melarang kamu makan telur mentah?”
Badan pengawasan ketenagakerjaan Distrik Jinshui, Kota Zhengzhou dilaporkan sedang menyelidiki kasus ini, tetapi para ahli hukum mengklaim bahwa mereka akan membutuhkan lebih dari sekadar kesaksian Du.
Hal ini lantaran Du hanyalah mahasiswa magang yang tidak dibayar dan tidak memenuhi syarat sebagai seorang pekerja, dan tidak termasuk dalam undang-undang perburuhan. Sehingga dibutuhkan karyawan lain untuk bersaksi.
Du mengatakan kepada wartawan bahwa hukuman mengkonsumsi telur mentah itu diberlakukan perusahaan sebagai bentuk motivasi.
Rupanya, karyawan yang tidak ingin mengkonsumsi telur mentah sebagai hukuman dapat memilih untuk menelan mustard sebagai gantinya.

Meski kontroversial, bentuk hukuman seperti itu bukanlah yang pertama di China. Beberapa tahun yang lalu, Oddity Central juga pernah menulis tentang satu perusahaan yang memaksa pekerjanya memakan kecoak karena gagal memenuhi target penjualan, dan kemudian ada perusahaan lain yang membuat karyawannya merangkak di jalan untuk menebus hasil yang tidak memuaskan.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya