Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sri Mulyani Ajak Pegawai Kemenkeu Jadikan Alquran Petunjuk Kelola Uang Negara (Foto: Instagram)
Dream - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak jajarannya untuk menjadikan Alquran sebagai petunjuk dalam menjalankan tugas mengelola keuangan negara.
Imbauan itu disampaikan Sri Mulyani saat memberi sambutan peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama Kemenkeu dan Special Mission Vehicle (SMV) Kemenkeu di Jakarta, Selasa, 28 Mei 2019.
Menurut Sri Mulyani, Alquran diturunkan untuk umat Nabi Muhammad SAW dengan membawa tiga makna penting. Ketiga makna itu adalah Iqra yang berarti membaca, Al Furqon sebagai pembeda, dan Az-Zikra atau pengingat.
Makna ini pula yang diajarkan orang tua Sri Mulyani kepadanya.
" Orang tua saya selalu mengatakan: Nduk, jadilah orang yang titenan. Meniteni adalah bagian dari kata sifat membaca. Yaitu bagaimana kita selalu observe dan menggunakan kemampuan batin maupun intelektual kita untuk memahami berbagai hal," jelas Sri Mulyani dikutip Dream dari laman Kemenkeu.go.id, Rabu, 29 Juni 2019.
Menkeu menjelaskan makna Al-Quran sebagai pembeda dengan harapan seluruh jajaran Kemenkeu dan SMV mampu menjadi umat yang dapat membedakan baik dan buruk. Kemampuan inilah yang bakal menjadi bekal bagi para pejabat negara agar mampu membuat keputusan yang baik.
Pesan selanjutnya yaitu fungsi Al-Quran sebagai pengingat atau pemberi peringatan. Menkeu mengatakan, manusia tidak diciptakan sebagai umat yang sempurna, yang tidak pernah berbuat salah. Sri Mulyani mengingatkan agar Kemenkeu dan SMV mampu membuat sistem yang dapat menjadi pengingat sehingga bisa meminimalisir kesalahan.
" Al-Quran turun sebagai penghapus seluruh masalah yang ada di dadamu. Karena manusia di dalam dadanya banyak sekali nafsu, ambisi, kadang-kadang juga iri hati, marah. Oleh karena itu, kita memerlukan suatu petunjuk untuk mengingatkan kita agar dapat menjadi manusia yang lebih mulia," ujarnya. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya