Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?
Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian
Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi
AXIS Nation Cup 2026 Siap Digelar, Hadirkan Final Futsal Pelajar dan Deretan Musisi Indonesia
Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Anak Nyeri Perut Hingga Meringkuk (Foto: Shutterstock)
Dream - Salah satu keluhan yang sering terjadi pada anak-anak adalah sakit perut. Pada anak yang sudah lancar bicara, mereka bisa dengan mudah memberi tahu orangtua kalau mengalami sakit di area perut.
Jika mendengar si kecil mengeluh hal ini jangan menganggapnya sepele. Bisa jadi terdapat masalah serius di pencernaannya yang butuh pemeriksaan medis. Biasanya terjadi kram di perut si kecil, kembung atau perih. Kadang anak sampai merasa lemas dan kehilangan nafsu makan.
" Terkait masalah pencernaan, perhatikan kebiaasaan buang air besar anak Anda. Jika tak buang air besar selama dua hari bisa jadi ia mengalami konstipasi. Hal inilah yang membuat anak kesakitan. Konstipasi merupakan kasus yang paling sering memicu nyeri hebat pada perut anak," ujar Dan Thomas, MD, seorang pediatric gastroenterologist di Childrens Hospital Los Angeles, dikutip dari WebMD.
Masalah konstipasi pada anak sering terjadi karena anak kurang mengonsumsi makanan kaya serat, seperti sayur dan buah. Terutama pada anak yang mulai pilih-pilih makanan.
" Anak biasanya lebih suka makanan garing seperti keripik, roti, biskuit yang sangat kaya tepung dan level seratnya rendah. Ini membuat mereka konstipasi, minuman manis bergula tinggi juga sebaiknya dihindari. Berikan jus buah alami, smoothies atau yogurt tawar yang sangat baik untuk pencernaannya," ujar Thomas.
Pemicu lain anak mengalami sakit perut adalah gastroesophageal reflux. Yaitu zat asam lambung naik dan membuat dadanya panas dan menjadi sangat rewel serta sulit tidur. Untuk mengetahuinya, segera periksakan diri ke dokter.
Nyeri perut anak yang serius juga bisa disebabkan oleh adanya luka di sistem pencernaan. Biasanya ditandai dengan kesakitan saat tengah malam ketika perutnya kosong, muntah dan muncul bercak darah di muntah si kecil.
" Jika nyeri perut disertai muntah, demam dan dehidrasi, jangan tunda untuk memeriksakan diri ke dokter. Masalah pencernaan bisa fatal apabila tak ditangani dengan segera karena akan sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak," ungkap Thomas.
Advertisement

Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini

Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian

3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi