Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sepintas Mirip Kaca Mata Hitam Biasa, Ya? (Foto: Business Insider)
Dream – Sepintas kaca mata hitam ini terlihat biasa saja. Namun, pandangan kamu akan berubah jika berkesempatan mengenakannya.
Kaca mata hitam ini mampu mendeteksi wajah untuk menangkap penjahat.
Dikutip businessinsider.sg dari Kamis 8 Februari 2018, kaca mata ini sepintas mirip dengan Google Glass. Produsennya, LL Vision Technology. Rencananya, kaca mata ini akan dirilis awal tahun ini dan digunakan oleh polisi stasiun di Tiongkok.
CEO LL Vision Technology, Wu Fei, mengatakan kaca mata ini terhubung ke database yang bisa menghubungkan pelancong dengan pelaku kriminal. Tak disebutkan berapa lama pencocokan wajah dengan kaca mata itu. Wei mengatakan sistemnya bisa mendeteksi 10 ribu wajah dalam 100 milidetik.
Kaca mata canggih ini akan hadir di Tiongkok sebelum Tahun Baru Imlek. Ketika itu, diprediksi ada 389 juta perjalanan dengan kereta api.
Sekadar informasi, teknologi deteksi wajah sedang dikembangkan oleh polisi Tiongkok. Sistem yang dibangun ini bisa mengingat wajah 1,3 miliar penduduk dalam waktu 3 detik. Tujuannya agar bisa memantau siapa-siapa saja yang naik kereta.
Di Tiongkok, masyarakat Tiongkok harus membawa dokumen-dokumen ketika naik kereta. Otoritas pemerintah melarang orang yang berutang tinggi naik kereta berkecepatan tinggi. Belum lagi, pemerintah sedang mengawasi masyarakat yang beragama minoritas.
Penerapan teknologi untuk pengawasan ini ditentang oleh lembaga hak asasi manusia. Direktur Human Right Watch untuk Tiongkok, Sophie Richardson, mengatakan teknologi bisa merampas hak privasi karena pemerintah mengawasi masyarakat sampai detail terkecil.
“ Program ini bisa memperuncing permusuhan masyarakat dengan pemerintah. Beijing harus menghentikan programnya dan menghancurkan semua data,” kata Sophie.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya