Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Muhammad Kiki Aditiya (Foto: Donasionline.id)
Dream - Ini kisah dari bocah yatim bernama Kiki yang tak bisa lagi merasakan pelukan ayah dan ibu. Ayahnya telah meninggal dan ibunya pergi.
Usianya belum genap 7 tahun, namun sosoknya seperti orang dewasa. Pemikirannya mampu membuat kagum sekaligus haru.
Kiki dirawat oleh paman dan bibinya dengan ekonomi yang pas-pasan. Demi membantu keduanya ia rela jualan kue saat sepulang sekolah. Ketika malam, bocah ini membantu membuat layangan untuk dijual oleh pamannya.
Uang dari jerih payahnya ia gunakan untuk biaya sekolah seperti membeli buku. Mulianya lagi uang yang ditabung juga digunakan Kiki untuk membeli Iqra.
Anak laki-laki bernama lengkap Muhammad Kiki Aditiya itu baru masuk kelas 1 Sekolah Dasar (SD). Sejak usia 5 tahun, ayah tercinta meninggal setelah menderita sakit jantung.
Bagaimana dengan ibunya? Tidak lama setelah ayahnya tiada, ibu Kiki juga pergi entah ke mana. Ketika ditanya, bocah manis ini pun tidak tahu keberadaan ibunya. Dia mengungkap sudah lama tak bertemu sang ibu.

“ Aku enggak tahu ibu perginya kemana, aku udah lama enggak ketemu ibu,” lirih Kiki, dikutip dari akun Instagram @rumahyatim.
Beruntung, masih ada yang menemani Kiki yakni paman dan bibinya. Walaupun keterbatasan ekonomi, hal itu tak meruntuhkan semangat Kiki. Justru dia ikut mencari uang.
Bocah sekecil itu dengan ikhlas mau mencari uang. Tak seperti kebanyakan anak, saat pulang sekolah Kiki langsung berkeliling untuk jualan kue buatan bibinya. Bahkan di jam 9 malam, Kiki membantu pamannya membuat layang-layang untuk dijual.

Kiki juga punya sebuah keinginan sederhana untuknya dirinya, ia ingin membeli buku dengan iqra yang sudah sobek untuk mengaji.
“ Aku ingin bantu paman dan bibi, kalo dapat upah aku bisa nabung buat beli buku sama iqra, soalnya iqra yang aku pakai ngaji udah sobek kak,” ucapnya.
Kiki menghasilkan rupiah setiap harinya sebanyak Rp10 ribu - Rp15 ribu. Itupun dalam kondisi ketika kue yang dijual banyak. Tidak jarang hanya beberapa kue saja yang terjual.

" Bisa bantu paman untuk membeli beras trus buat beli perlengkapan sekolah juga," kata Kiki, dikutip dari laman donasionline.id.

Membantu sang paman, dikatakan Kiki dapat meringankan rasa lelah dari pamannya. Juga ketika ia membuat layangan, karena itulah salah satu penghasilan keluarga pamannya.
" Bantu bantu aja sebisanya, biar paman ga cape," ucap Kiki.
Sumber: donasionline.id dan Instagram @rumahyatim
View this post on Instagram
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya