Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Walmart (Shutterstock)
Dream - Walmart, yang didirikan Sam Walton pada tahun 1962, kini telah berkembang menjadi salah satu perusahaan retail terbesar di dunia.
Keluarga Walton juga menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia. Seperti si putra bungsu, Jim Walton, yang masuk menjadi orang terkaya ke-17 di dunia 2022 versi Forbes.
Jim yang lahir di Arkansas, Amerika Serikat, hartanya saat ini diperkirakan mencapai US$62 miliar atau sekitar Rp939 triliun.
Waktu muda, Jim menimba ilmu di Universitas Arkansas, tempat dia belajar teknik. Kemudian dia bergabung dengan Walmart, dan menjabat berbagai posisi, termasuk di pusat distribusi perusahaan.
Hingga di tahun 2005, Jim diangkat menjadi CEO Arvest Bank yang didirikan oleh keluarganya pada tahun 1961.
Berkat kepemimpinannya, Arvest Bank berkembang menjadi salah satu bank terbesar di Amerika Serikat bagian selatan dengan aset lebih dari US$20 miliar. Bahkan cabangnya sudah lebih dari 300 cabang.
Dia juga masih berkontribusi di Walmart dengan posisinya sebagai seorang dewan. Untuk diketahui, Walmart saat ini dijalankan oleh saudaranya, Rob Walton.
Selain ketajaman bisnisnya yang luar biasa, sosok Jim juga dikenal sebagai orang yang dermawan. Dia telah menyumbangkan jutaan dolar untuk organisasi amal dan lembaga pendidikan di Arkansas. Dia juga menjabat sebagai ketua Community Publishers.
Saat tahun 2022, dikabarkan Jim diam-diam menyumbangkan porsi kekayaannya sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp16,9 triliun. Sumbangan fantastis ini diberikan dalam bentuk saham perusahaan.
Namun tidak diketahui ke mana sumbangan itu diberikan, tetapi Jim disebut sering menyumbangkan uang ke Yayasan Keluarga Walton (Walton Family Foundation) yang memberi bantuan di sektor pendidikan dan lingkungan.
Sumber: Merdeka.com dan Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya