Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Mandiri Syariah Mencetak Laba Bersih Rp435 Miliar. (Foto: Dream.co.id/Ilman Nafian)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) melaporkan perolehan laba bersih senilai Rp435 miliar pada kuartal III 2018. Laba ini naik 67 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261 miliar.
Sumber pertumbuhan laba Mandiri Syariah didorong oleh bisnis pembiayaan dan pendanaan, Fee Based Income, perbaikan kualitas pembiayaan, serta langkah efisiensi biaya yang ditempugh perusahaan.
Direktur Utama Mandiri Syariah, Toni E. B. Subari, mengatakan perusahaan juga membukukan peningkatan aset sebesar 11,01 persen pada kuartal III-2018 menjadi Rp84,09 triliun.
Di bisnis pembiayaannya, Mandiri Syariah mencatat pertumbuhan 11,11 persen year on year (yoy) dari Rp58,72 triliun menjadi Rp65,24 triliun. Segmen konsumen mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan sebesar 28,65 persen year on year dari semula Rp19,54 triliun menjadi Rp25,14 triliun.
“ Pertumbuhan pembiayaan tersebut tetap diiringi dengan kualitas yang baik,” kata Toni di Jakarta, Kamis 8 November 2018.
Sementara untuk pendapatan berbasis biaya, Toni mengatakan Mandiri Syariah mencatat peningkatan 16,34 persen menjadi Rp792 miliar pada kuartal III 2018.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Mandiri Syariah juga tumbuh 10,07 persen dari Rp74,74 miliar menjadi Rp82,28 miliar.
Rasio pembiayaan bermasalah (non performing financing/NPF) nett Mandiri Syariah juga turun dari 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Angka NPF gross Mandiri Syariah turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen.
Menurut Toni, membaiknya kinerja Mandiri Syariah terlihat dari menurunnya NPF yang tadinya 3,12 persen menjadi 2,51 persen. Kemudian, NPF Gross juga turun dari 4,69 persen menjadi 3,65 persen.
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) turut membiayai pembangunan jalan tol Pasuran-Probolinggo. Jumlah pembiayaan yang digelontorkan oleh BSM sebanyak Rp750 miliar.
Pembiayaan sindikasi ini menggunakan akad Line Facility-Musyarakah Mutanaqishoh untuk investasi dalam jangka waktu 15 tahun.
Bank syariah ini termasuk dalam sindikasi pembiayaan kepada PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol.
Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Senin 8 Oktober 2018, pembiayaan yang dikucurkan ini sebesar Rp2,29 triliun dari total project yang sebesar Rp3,8 triliun.
Mereka yang tergabung dalam sindikasi ini yakni BSM, PT Sarana Multi Infrastruktur, Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jatim Syariah, Bank Mega Syaruah, dan BJB Syariah.
Dana itu bakal digunakan untuk pembiayaan jalan tol yang sejauh 31,3 km. BSM merupakan inisiator dengan SMI sebagai joint mandated lead arranger and book runner.
Direktur Wholesale Banking BSM, Kusman Yandi, mengatakan partisipasi BSM di proyek ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur melalui kerja sama sindikasi syariah.
“ Sebagai bank syariah buku III, Mandiri Syariah sudah masuk dalam proyek-proyek infrastruktur yang dibangun pemerintah,’’ kata Kusman Yandi di Jakarta.
Yandi mengatakan BSM tak hanya memberikan pembiayan kepada jalan tol, tetapi juga infrastruktur lainnya. Sebut saja jalan raya, pelabuhan, dan industri kereta api. “ (Ini) merupakan wujud dukungan dan partisipasi kami sebagai bagian dari Bank Mandiri Group dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah,” kata dia.
Selain jalan tol, Mandiri Syariah juga masuk ke projek pembangunan jalan raya, pelabuhan, industri perkeretaapian, elektrika dan power plant. Yang demikian, kata Kusman Yandi. (ism)
Dream – PT Bank Syariah Mandiri (BSM) menyabet penghargaan sebagai bank syariah retail terbaik. Penghargaan The Best Islamic Retail Bank itu diberikan oleh Alpha South East Asia.
Dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 19 September 2018, Direktur Risk Management and Compliance BSM, Putu Rahwidhiyasa, menerima penghargaan dari CEO Alpha South East Asia, Siddiq Bazarwala.
Putu Rahwidhiyasa bersyukur dan berterima kasih kepada seluruh stakeholders, terutama nasabah dengan pencapaian yang diperoleh BSM kali in.A
Menurut Putu, perusahaan selama ini terus menetapkan strategi untuk fokus di bidang segmen ritel. “ Baik dari sisi pendanaan maupun pembiayaan,” kata dia di Singapura.
Sekadar informasi, sampai Agustus 2018, aset perusahaan mencapai Rp92,68 triliun dengan pembiayaan Rp64,62 triliun dan dana pihak ketiga sebesar Rp81,93 triliun.
Komposisi pembiayaan segmen ritel sebesar 58,26 persen dari total pembiayaan yaitu sebesar Rp37,65 triliun per Agustus 2018 atau tumbuh 15,30 persen dari Rp32,65 triliun per Agustus 2017.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya