Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Penjualan Online (Foto: Shutterstock)
Dream - Pandemi Covid-19 yang sedang melanda Indonesia, memaksa berbagai sektor membatasi layanan bersifat fisik. Layanan berbasis digital kini menjadi alternatif paling efektif bagi para pelaku usaha.
Fenomena ini jelas memengaruhi perusahaan rintisan atau start up dan pengembangan usaha, salah satunya dalam pengembangan digitalisasi UMKM.
Sejalan dengan hal tersebut, Dusdusan selaku platform reseller bisnis online di Indonesia berkolaborasi dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mengadakan 'Program Mentoring Dusdusan x YCAB'.
Program ini dikhususkan, sebagai program pelatihan kewirausahaan digital untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga terkait digital dan cara bagaimana mereka memasarkan produk secara online. Sehinngga para ibu rumah tangga tetap produktif mendapatkan penghasilan di masa pandemi.
“ Program mentoringini dijalankan selama 8 minggu untuk ibu rumah tangga yang berada di bawah naungan YCAB. Mentor-nya sendiri adalah reseller Dusdusan, ibu rumah tangga yang berpengalaman dan sukses merintis bisnis melalui platform Dusdusan,” ujar Christian Kustedia, CEO & Co-Founder Dusdusan.com, dalam keterangan tertulis, Senin 31 Agustus 2020.
Dalam batch atau grup awal, sebanyak 150 ibu rumah tangga anggota YCAB telah berpartisipasi.
Materi yang diberikan meliputi perkenalan dunia digital, pemanfaatan fitur Dusdusan, dan bagaimana cara memasarkan produk secara onlinedan offline.
Program mentoring Dusdusan diadakan melalui Whatsapp group.
Setiap harinya mentor akan mengirimkan materi harian yang telah disusun untuk para partisipan. Disediakan pula jam khusus untuk diskusi terkait materi tertentu.
“ Pelatihan digitalisasi ini sifatnya berkelanjutan, akan ada batchatau grup berikutnya. Dan dapat diikuti oleh siapa saja yang ingin belajar bisnis, mengingat sekarang sebagian besar transaksi jual beli berlangsung secara online,” tutup Christian.
Saat ini telah terselenggara 7 batch kelas mentoring dengan pendaftaran melalui website Dusdusan di www.dusdusan.com.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya