Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Bernard Arnault (Foto: Apital-life.be)
Dream - Bernard Arnault, orang terkaya kedua di dunia, terpaksa menjual pesawat jet pribadinya. Hal ini demi menghindari pengguna media sosial Twitter yang sering melacak pergerakannya.
Contoh akun-akun yang membuatnya kesal seperti I Fly Bernard dan Bernard’s Airplane. Arnault mengungkap hal tersebut dalam acara radio Prancis, Radio Classique.
Pemilik perusahaan Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH) itu juga mengatakan, akun-akun tersebut mencuitkan berapa banyak polusi yang dihasilkan pesawat jet pribadi milik Bernard. Bahkan setelah dia menjual jet pribadi, akun Bernard Airplane’s meresponsnya dengan ejekan.
“ Masih belum ada kabar dari Bernard Arnault atau LVMH mengenai jet pribadi… Jadi Bernard, apakah Anda bersembunyi?,” tulis akun Bernard Airplane’s di Twitter, seperti dikutip dari South China Morning Post.
Bernard sampai menjual jet pribadinya karena tekanan media sosial tersebut. Juga karena isu lingkungan atau sustainability yang sedang banyak diperbincangkan.
“ Memang, dengan semua cerita ini, perusahaan memiliki pesawat dan kami menjualnya. Hasilnya sekarang tidak ada yang bisa melihat ke mana saya pergi karena saya menyewa pesawat ketika saya menggunakan pesawat pribadi,” jelas Bernard.
Isu terkait lingkungan akhir-akhir ini sedang naik daun di Prancis. Beberapa politisi Prancis yang menyuarakan pelarangan dan pengenaan pajak pada jet pribadi.
Bernard merupakan orang terkaya kedua di dunia dengan jumlah kekayaan US$133 miliar atau Rp1.747 triliun.
Pengusaha dengan nama panjang Bernard Jean Tienne Arnault itu merupakan miliarder dan CEO dari perusahaan kenamaan dunia yaitu Louis Vuitton Moët Hennessy (LVMH).
LVMH adalah perusahaan multinasional yang mempunyai brand mewah seperti Louis Vuitton, Christian Dior, Charles&Keith, Givenchy, Céline, dan masih banyak yang lainnya.
Pria kelahiran Prancis ini memiliki 97,5 persen saham di Christian Dior yang menggerakkan 41,2 persen LVMH. Harta Arnault mencapai US$198,4 miliar atau sekitar Rp2.837 triliun.
Meskipun tahun ini berada di peringkat dua, namun pada tahun 2021, dia sempat menyalip peringkat Bezos dan Musk ke posisi nomor 1 orang terkaya di dunia.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan