Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Shutterstock
Dream - Pandemi Covid-19 seharusnya membuat masyarakat sadar akan pentingnya proteksi keuangan, khususnya di sektor kesehatan. Namun sayangnya, masih banyak masyarakat yang ‘buta’ akan literasi soal asuransi.
Inklusi literasi asuransi di Indonesia bahkan masih rendah dan lebih rendah. Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK tahun 2022 menunjukkan indeks literasi asuransi masyarakat Indonesia sebesar 31,72%, lebih rendah dibandingkan perbankan sebesar 49,93%.
Tingkat inklusi asuransi bahkan lebih rendah lagi, hanya mencapai 16,63% dan jauh di bawah perbankan yang mencapai 74,03%.

Studi yang dilakukan oleh The Economist Intelligence Unit juga mengungkap bahwa rendahnya inklusi asuransi juga membuat kondisi finansial masyarakat Indonesia lebih rentan dalam menghadapi krisis akibat kondisi medis.
Menurut studi itu, hanya 29% responden dari Indonesia yang mengaku siap menghadapi tantangan tersebut, paling rendah dibanding tingkat kesiapan masyarakat di negara Asia lainnya.
Melihat hal ini, Prudential Indonesia berupaya membantu masyarakat Indonesia menjadi lebih berdaya dengan menghadirkan Tenaga Pemasar Prudential Indonesia sebagai pendorong pemahaman masyarakat terkait literasi dan inklusi keuangan terutama asuransi.
“ Tenaga pemasar Prudential Indonesia adalah ‘agen perubahan’, garda terdepan kami dalam mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” jelas Rusli Chan, Chief Agency Officer Prudential Indonesia, pada keterangan tertulis yang diterima Dream.
Tenaga pemasar ini membantu masyarakat dapat merasakan manfaat terlindungi asuransi secara optimal dan memiliki ketahanan finansial yang terjaga kokoh, termasuk menghadapi risiko kehidupan di masa kini dan mendatang.
Prudential memiliki program-program untuk meningkatkan kapasitas tenaga pemasarnya, yakni seperti memberikan berbagai pelatihan intensif, pendampingan, serta evaluasi komprehensif.
Kesempatan merata pun hadir beragam latar belakang, salah satunya terbukti dari jumlah tenaga pemasar perempuan yang tergabung lebih banyak hampir dua kali lipat dibandingkan dengan yang laki-laki.
Hal ini membantu mengakselerasi pertumbuhan industri asuransi juga membantu perempuan di Indonesia untuk menjadi lebih berdaya dan mandiri secara finansial.
“ Prudential Indonesia terus fokus meningkatkan kualitas tenaga pemasar dan sangat mengapresiasi tenaga pemasar yang mampu mewujudkan keseimbangan,” tambah Rusli.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?