Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sumber: Dream.co.id
Dream - Kompetisi tahunan bagi para seniman nasional yang rutin digelar UOB Indonesia kembali digelar di tahun ini. Bertajuk 13th UOB Painting of the Year (POY), para seniman terpilih nantinya akan beradu karya seni dengan seniman dari negara-negara di Asia.
Maya Rizano, Head of Strategic Communications and Brand, UOB Indonesia, di Jakarta, Kamis, 4 Mei 2023 mengatakan program event 13th UOB Painting of the Year menegaskan komitmen serius perusahaan menekuni bidang seni rupa demi kemajuan kualitas apresiasi seni rupa di Asia Tenggara pada khususnya.
Menurut Maya, Indonesia memiliki warisan seni yang kaya dan beragam serta memiliki kekuatan untuk menginspirasi dan mengangkat derajat masyarakat. Karya seni yang tercipta juga dapat membantu memperkaya kehidupan dan memperkuat ikatan masyarakat.
Tak hanya di Indonesia, kompetisi yang telah diinisiasi sejak tahun 1982 ini juga digelar di empat negara Asia Tenggara yaitu Malaysia, Thailand, Singapura dan Vietnam.
Selama 41 tahun terakhir, ajang POY ini telah memberikan penghargaan dan kesempatan bagi seniman dari Asia Tenggara untuk memamerkan karya seninya kepada masyarakat luas. Selain itu, kompetisi ini juga telah menumbuhkembangkan karier pesertanya.
UOB berharap ajang ini dapat menumbuhkan apresiasi dan pemahaman seni yang lebih besar. Sekaligus menyediakan wadah bagi seniman Indonesia untuk menunjukkan bakat dan semangat mereka terhadap seni.

Tak berhenti kompetisi bagi para seniman, bersama para pemenang UOB Painting of the Year sebelumnya, UOB Indonesia juga akan menggelar lokakarya seni untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu dan berkebutuhan khusus secara rutin.
“ Kita juga mendukung kerja sama dengan para perupa alumni Painting of the Year untuk memberikan edukasi kepada anak-anak, misalnya mengenai menjaga lingkungan, pelestarian lingkungan hidup dengan Irene Febry di Bali,” tuturnya.
Program literasi digital mengenai anak juga akan digelar dengan menggunakan perangkat teknologi agar masyarakat bisa merasakan manfaat dari program yang digelar perusahaan.
Sebagai pengakuan atas komitmen jangka panjangnya terhadap seni, UOB dianugerahi the National Arts Council’s Distinguished Patron of the Arts Award untuk tahun ke-18 berturut-turut pada tahun 2022.
Adapun pendaftaran kompetisi ini dibuka mulai 4 Mei hingga 15 Agustus 2023 dan terbuka bagi seluruh warga negara dan penduduk tetap di Indonesia. Karya seni peserta dapat dikirimkan secara digital melalui UOBandArt.com.
Dalam rangka mendukung aspirasi seni untuk Kategori Perupa Pendatang Baru, UOB Indonesia telah meningkatkan hadiah uang untuk pemenang Most Promising Artist of the Year sebesar Rp55 juta.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya