Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dream - Nama Joko Suranto menjadi viral usai memperbaiki jalan rusak di kampung halamannya, Desa Jetis, Kecamatan Krangrayung, Grobogan, Jawa Tengah. Jalan tersebut sudah rusak selama kurang lebih 20 tahun dan tidak mendapatkan penanganan sama sekali.
Hingga akhirnya, Joko memutuskan memperbaiki jalan sepanjang 1,8 km di desa tersebut dengan merogoh kocek pribadinya sebesar Rp2,8 Miliar.
Pria berusia 53 tahun itu tentu bukanlah orang sembarangan. Ia merupakan pengusaha sukses di bidang properti.
Namun, kesuksesannya itu ternyata tidak diperoleh secara instan. Joko justru mengawali bisnisnya dengan menjadi pedagang taplak dan celana jeans di perantauan.
Hal ini diketahui melalui video yang diunggah di kanal Youtube KANG DEDI MULYADI CHANNEL. Kepada Dedi, Joko menceritakan awal mula membangun kerajaan bisnisnya. Ia menyebut bakat berbisnisnya didapat dari sang ayah yang dulunya merupakan seorang pedagang.
" Bapak saya pedagang dulu. (Bawa) dagangan pakai kereta. Iya dari situ punya bakat dagang (bisnis)," kata Joko dikutip dari YouTube Dedi Mulyadi, 22 April 2022.
Dalam video itu, Joko mengatakan tak langsung terjun ke bidang properti. Joko justru terlebih dulu membuka usaha dengan menjual taplak meja dan celana jeans saat di perantauan.
" (Awal) di Bandung saya dari jualan taplak meja, celana jeans dari Pasar Baru ke Tanah Abang (dan sebaliknya) dari Pekalongan juga," kata Joko.
Kemudian, pada tahun 2005 Joko mulai terjun ke bidang properti setelah memiliki beberapa relasi di perantauan.
" Awal itu saya kayak diminta untuk (seperti) mengelola uang milik salah satu orang terus ada temen saya minta dibantu mau bikin rumah jadi saya disitu berperan seolah-olah kayak makelar. Nah dari situ mulai kebuka jalan (bisnis properti)," ungkapnya.
Sejak saat itu, Joko pun mulai serius berkecimpung di bisnis properti hingga akhirnya membangun perusahaannya sendiri.
Beberapa tahun berjalan, pria yang kini tengah menjabat sebagai Ketua Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Jawa Barat itu kini mulai mengembangkan bisnisnya tak hanya di bidang properti.
" Kemudian tahun 2009 itu saya mulai membangun sendiri. (Sekarang) punya properti, hotel, finance, dan bebera manufaktur ya pabrik genteng," kata Joko.
Nama Joko kemudian banyak dibicarakan setelah rela menggelontorkan dana pribadinya untuk memperbaiki jalan yang sudah rusak selama 20 tahun di kampung halamannya.
Tak tanggung-tanggung, dana perbaikan jalan di Desa Jetis, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah yang membentang sepanjang 1,8 kilometer itu kabarnya mencapai Rp2,8 miliar.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya