Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Foto: Rising S Company
Dream – Selandia Baru dipuji secara internasional atas keberhasilan Perdana Menteri Jacinda Ardern dalam menangani virus covid-19. Selandia Baru dengan ketat melakukan pembatasan wilayah untuk menekan penyebaran virus tersebut.
Hal tersebut menjadi alasan beberapa orang kaya di Amerika Serikat melarikan diri ke Selandia Baru. Mereka menghindari wabah virus covid-19 dengan bersembunyi dalam bunker yang dibangun oleh sebuah perusahaan bernama Rising S Company.
Sementara itu New York telah menjadi pusat penyebaran virus covid-19. Dan telah menewaskan lebih dari 30.000 orang. Presiden Amerika, Donald Trump juga dikritik karena dinilai gagal untuk menangani krisis tersebut. Trump juga menyerang WHO dengan mengumumkan akan melakukan penundaan pendanaan untuk badan global tersebut.
Pada bulan Maret, produsen bunker AS, Rising S Company, Clyde Scott, mengatakan bahwa mereka telah mengirim bunker tersebut ke Hamilton, Hanmer Springs, dan Wanaka dalam beberapa tahun terakhir.
Seorang miliader teknologi yang berbasis di New York, dikatakan telah membeli bunker bernilai jutaan dollar tersebut. Bunker mewah tersebut berada di kedalaman 3 meter bawah tanah di Selandia Baru.
Bunker berukuran 3 m x 15 m dapat mencapai harga US $ 27.000 atau sekitar 400 juta rupiah. Bunker tersebut dibangun layaknya sebuah rumah mewah.
Rising S Company membangun 10 bunker pribadi untuk Selandia Baru dalam beberapa tahun terakhir. Perusahaan tersebut mengklaim telah memasang beberapa lusin bunker di Selandia Baru, terutama untuk klien dari Silicon Valley.
Namun, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi dan sebelumnya telah ditolak oleh dewan lokal.
(Sumber: stuff.co.nz)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya