Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Sri Mulyani (Instagram)
Dream - Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan bahwa pemulihan ekonomi nasional kuartal I-2022 tidak akan terlalu terpengaruh dengan adanya gelombang penyebaran virus corona varian omicron.
" Karakteristik omicron ini beda dengan delta. Dari strateginya ini beda dengan delta. Ini bedanya ke ekonomi juga berbeda," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2022 dan Perkembangan Makro Ekonomi dan Sektor Keuangan Triwulan IV tahun 2021, Jakarta, Rabu 2 Februari 2022.
Menurut dia, meski terjadi peningkatan kasus varian omicron, aktivitas ekonomi tetap masih bisa berjalan, seperti mobilitas masyarakat yang melampaui level prapandemi, keyakinan konsumen yang kuat, penjualan eceran yang meningkat, konsumsi listrik sektor industri dan bisnis yang meningkat, serta kinerja positif penjualan kendaraan bermotor dan semen.
Untuk mendukung jalannya mobilitas tersebut, vaksinasi pun telah diperluas sampai ke tingkat anak dan booster. Sehingga daya tahan masyarakat lebih baik ketika terjadi gelombang penyebaran pasca libur Natal dan tahun baru di awal tahun 2021.
Kala itu tercatat pertumbuhan ekonomi -0,74 persen karena menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sedangkan saat ini aktivitas ekonomi tetap berjalan meskipun harus tetap menerapkan protokol kesehatan.
" Untuk itu kita optimis Q1 ini akan tetap menguat dari Q1 tahun lalu dan jauh lebih baik dan target pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen di tahun 2022," kata Sri Mulyani.
Meskipun kuartal pertama masih ada dua bulan lagi, Sri Mulyani optimis penyebaran varian omicron masih bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah. Walau ada sedikit pelemahan tetapi akan tetap terjaga dampak secara ekonominya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya