Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) Foto: Shutterstock
Dream - Pemerintah berencana untuk meluncurkan kartu kredit nasional Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Menanggapai hal tersebut, Visa Worldwide Indonesia (Visa) yang merupakan penyedia jasa pembayaran mengaku tidak khawatir.
Presiden Direktur Visa Worlwide Indonesia Riko mengatakan hal itu justru dapat meningkatkan transaksi pembayaran secara elektronik.
" Kita apresiasi dan mendukung usaha pemerintah mempercepat digitalisasi pembayaran terutama di corporate yang dijelaskan Presiden Jokowi (untuk) pembayaran corporate kita mendukung sekali kita mau menuju cashless society," kata Riko Abdurrahman setelah acara peluncuran kartu kredit korporat UOB di Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023.
Menurut Riko, market share atau pangsa pasar di segmen korporasi domestik atau Indonesia, masih sangat besar. Potensinya mencapai US$3,2 triliun.
Dari nominal tersebut, potensi penetrasi terhadap corporate consumption expenditure atau konsumsi korporasi masih sangat kecil yakni kurang dari satu persen. Angka ini masih lebih rendah dibandingkan konsumsi ritel yang penetrasinya sudah mencapai delapan persen.
" Adanya kartu kredit GPN diharapkan akan mempercepat penetrasi di segmen korporasi," kata Riko.
Visa sendiri mendukung program pemerintah yang berkaitan dengan transaksi pembayaran. Riko optimistis, transaksi pembayaran melalui Visa akan terus meningkat saat tahun ini. Salah satunya ditopang dengan transaksi perjalanan yang terus meningkat sejak pandemi Covid-19 mulai mereda.
" (Tahun ini) 2023 udah pasti kita mengharapkan total transaksi akan lebih tinggi dari sebelum covid-19," katanya.
Sebelumnya Gubernur Perry Warjiyo Bank Indonesia (BI) mengatakan pemerintah telah akan meluncurkan Kartu Kredit Pemerintah dalam bentuk fisik, dengan rencana soft launching pada April 2023 dan grand launching pada Mei 2023.
" Sesuai instruksi arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kartu kredit segera kita keluarkan soft launching awal April ini dan grand launching bulan Mei," jelas dia dikutip dari Liputan6.com, Selasa, 21 Maret 2023.
Adanya kartu kredit nasional pada transaksi domestik bertujuan demi memperluas layanan perbankan termasuk transaksi keuangan pemerinah yang besar.
" Komitmen kami memberikan layanan pembayaran digital yang betul-betul cepat, mudah, murah dan aman," ujarnya.
Kartu kredit domestik tersebut akan memfasilitasi pembelian barang dan jasa pemerintah baik pusat maupun daerah dengan skema pembayaran kartu kredit pemerintah yang prosesnya dilakukan secara domestik.
Sementara itu Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono menjelaskan arahan dari Presiden Jokowi, kartu kredit pemerintah ini tidak menggunakan Mastercard dan Visa, melainkan menggunakan GPN.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya