Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan
Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?
Resiko Kirim Paket Di Desa (Instagram @video_medsos)
Dream - ‘Resiko kirim paket di desa’, begitulah satu kalimat yang dituliskan seorang kurir paket. Tidak dipungkiri, perjalanan mengirim paket ke sebuah desa memang lebih sulit daripada di kota.
Kondisi jalan yang tak semulus di perkotaan hingga akses alamat yang terkadang sulit dijangkau pun menjadi resiko kirim paket ke pedesaan.
Namun resiko yang dialami sang kurir paket bukan hanya seperti itu. Ada lagi resiko lain, tapi justru bikin bahagia bak rezeki nomplok.
Kurir ini terpaksa harus menghentikan perjalanannya ketika tiba di sebuah rumah, karena disuguhi makanan, dia diminta makan terlebih dahulu oleh sang pemilik rumah.
Dalam rekaman video yang dibagikan ulang Instagram @video_medsos, kurir yang diketahui seorang pria ini mengirim paket dengan kendaraan motor. Motornya terpakir di depan sebuah rumah yang nampak sederhana.

Bapak pemilik rumah itu menghidangkan sang kurir dengan berbagai lauk pauk hingga sambal merah yang tersaji di cobek. Meja di depan rumah itu penuh dengan lauk seperti petai, ikan asin, dan nasi.
Tidak diketahui di mana lokasinya, tetapi ketika suara kedua orang ini terdengar, mereka berdua ternyata memakai Bahasa Jawa. Kemungkinan, video ini diambil di daerah di provinsi Jawa Tengah.

“ Bikin repot bapak ini,” kata sang kurir paket sambil tertawa kecil menggunakan Bahasa Jawa.
“ Belum makan kok,” timpal bapak pemilik rumah dengan Bahasa Jawanya yang tidak keberatan.
Video ini lantas dipenuhi komentar warganet yang mengatakan hal tersebut bukanlah resiko namun berkah. Sudah menjadi ciri khas orang-orang desa yang disebut 100 persen jika menjamu seorang tamu.
Ada juga yang mencuitkan bahwa apa yang dilakukan sang bapak merupakan sebuah kearifan lokal yang jarang ditemui. Hingga menggambarkan Indonesia yang kental dengan guyub rukunnya.
" ORANG DESA EMANG 100% KALO MENJAMU TAMU 😍," tulis yunitasrgr_.
" Bukan resiko tp nikmatnya org² yg membumi sdh tugasnya saja masih di hargai😍😍😍 ," tulis tu.kang_ulin.
" Kalo di desa di anggep sodara," tulis my.sarah_05.
" Kearifan lokal, jarang2 ditemui lagi," tulis asengaffandi.
" Inilah Indonesia," tulis indramahyunii.
" Resiko yg sngt enak," tulis kazi_nudirat
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?