Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi (Shutterstock)
Dream - Riset yang dibuat Universitas Queen Mary London menunjukan adanya korelasi antara status ekonomi pemilik akun media sosial dengan unggahannya. Mereka yang berasal dari kalangan masyarakat berada mengunggah tema yang berbeda dengan keluarga dengan ekonomi pas-pasan.
Penelitian tersebut menganalisa 2,6 juta postingan media sosial Nextdoor dan menilai latar belakang keuangan pengguna. Nextdoor adalah sebuah jaringan yang secara khusus berfungsi untuk menghubungkan tetangga satu sama lain.
Melansir New York Post, penelitian itu memaparkan perbedaan mencolok dalam konten yang dibagikan oleh orang-orang yang tinggal di lingkungan yang lebih kaya versus yang lebih miskin.
Hasil riset membuat para peneliti percaya bahwa aktivitas posting online, bahkan di luar media sosial Nextdoor, dapat mengungkapkan status sosial ekonomi, termasuk dalam pembuatan profil pengguna.
“ Studi kami menunjukkan bahwa teks yang diposting oleh pengguna di lingkungan miskin dapat dibedakan dari teks yang dibuat di lingkungan yang lebih kaya,” kata Ketua Peneliti Dr. Ignacio Castro.
“ Konten pengguna online mengungkapkan faktor sosial ekonomi: di lingkungan yang lebih kaya ada lebih banyak aktivitas postingan yang sensitif terhadap kejahatan, tetapi secara keseluruhan, lebih banyak sentimen positif di postingan tersebut,” lanjut Ignacio.
Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Proceedings of the International AAAI Conference on Web and Social Media, ada lebih dari 2 juta postingan media sosial ditarik dari 64.283 area di Amerika Serikat (AS) dan 3.325 lingkungan di Inggris.
Temuan penelitian ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang tinggal di lingkungan yang lebih kaya lebih cenderung berbagi postingan positif tetapi akan lebih banyak membahas kejahatan, bahkan jika tingkat kejahatan yang sebenarnya lebih rendah daripada di lingkungan yang lebih miskin.
Penduduk yang tinggal di lingkungan yang lebih kaya cenderung lebih peduli tentang kejahatan, dengan 20 persen lingkungan terkaya membicarakan kejahatan kira-kira 1,5 kali lebih banyak dibandingkan dengan lingkungan termiskin.
Secara khusus, kejahatan tanpa kekerasan lebih banyak dibahasa daripada kejahatan kekerasan secara keseluruhan oleh orang Amerika dan Inggris.
Namun, orang Amerika yang kaya membahas kejahatan kekerasan dan senjata lebih banyak daripada rekan mereka di Inggris, menurut penelitian tersebut.
“ Ini bukan kasus untuk lingkungan berpenghasilan menengah, karena penduduk Inggris cenderung memposting tentang jenis kejahatan ini lebih banyak daripada rekan mereka di AS,” tulis penelitian itu.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya