7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Foto: Tangkapan Layar Kanal YouTube Money Fighter
Dream - Berkali-kali gagal merintis bisnis kuliner tidak membuat Indra terpuruk dan kapok. Dia justru terus berusaha kembali membuka bisnis kuliner baksonya.
Dalam video yang diunggah kanal YouTube money fighter, pengusaha bakso asal Bogor, Jawa Barat, mengaku lima kali bangkrut hingga meninggalkan utang ratusan juta di bank.
Namun, berkat usaha serta kegigihannya, Indra berhasil membalikkan keadaan. Saat ini, ia bahkan mampu mendapatkan omzet mulai dari Rp15 juta sampai Rp20 juta per hari hanya dari satu cabang warung baksonya.
Indra menceritakan telah merintis bisnis tersebut sejak sepuluh tahun lalu.
" Kalau usaha ini sudah berjalan 10 tahun. Awalnya nekat datang ke pasar nanya-nanya. Dulu itu modalnya awal kurang lebih Rp450 ribu. Alhamdulillah (berjalan) karena banyak perabotannya padaa sata itu masih pinjam," kata Indra.
Dengan modal Rp450 ribu, Indra awalnya mencoba memproduksi sendiri sebanyak 2 kilogram bakso dan menjualnya. Perlahan, Indra pun sedikit demi sedikit terus mengembangkan bisnisnya.
Selama menjalankan bisnisnya, Indra mengaku sudah mengalami kebangkrutan sebanyak lima kali. Di awal usahanya, Indra disebut sempat memiliki 7 cabang. Tetapi, karena belum siap dalam sistem pengelolaannya usahanya pun bangkrut.
" Saya pribadi itu sudah lima kali bangkrut. Dulu sempet buka 7 cabang tapi karena enggak ke-handle dan belum siap, hancur semua, bangkrut," kenang Indra.
Akibat dari kebangkrutannya itu, Indra pun sampai meninggalkan utang di bank sebesar Rp300 juta.
" Bangkrut itu kan kita ninggalin utang di bank kurang lebih Rp300 juta. Namanya manusia ya normal lah stres itu ngedrop banget lah. Sempat ngerasa nyerah karena kan semua udah dijual ada motor segala macem," tutur Indra.
" Cibiran orang wah banyak banget lebih kasihannya sama orang tua kanan kiri ngomongin kita karena dulu sempet punya karyawan banyak kok sekarang tiba-tiba ngojek gitu," tambahnya.
" (Saat ini) omzet kalau hari biasa Rp 12 juta sampai Rp16 juta kalau weekend antara Rp15 juta sampai Rp20 juta itu untuk satu cabang aja," jelas Indra.
Untuk kedepannya, Indra mengatakan dirinya tak mau lagi gegabah seperti sebelumnya. Meski saat ini bisnisnya sudah bisa dibilang lancar, namun ia mengaku masih belum sepenuhnya siap jika harus membuka cabang lain lagi seperti dulu.
" (sekarang) baru satu cabang. Kalau rencana buka baru si ada tapi kita mau mempersiapkan dulu ya dengan matangenggak mau kaya dulu. Pas kita buka cabang tuh bener-bener sudah matang gitu. Gamau kaya dulu lah (sekarang) jauh lebih hati-hati," ungkapnya.
Kini, berkat usaha serta keyakinan, ia berhasil membalikkan keadaannya dan bangkit kembali.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?