Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Tak hanya penduduk non Amerika Serikat yang dibuat bingung dengan kebijakan proteksionisme yang dibuat presiden baru Donald Trump. Kalangan pengusaha Paman Sam juga ikut terkena imbasnya.
Bahkan di Indonesia, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengungkapkan banyak perusahaan asal AS yang justru meminta maaf.
" Banyak perusahaan AS yang minta maaf ke kami. Jadi investasi itu pada dasarnya kemitraan, gak perlu saling tunjuk jari, harus selalu cari solusi bersama, kalau saling menyalahkan malah tidak produktif," kata Thomas dikutip Dream dari laman Merdeka.com, Senin, 30 Januari 2017.
Thomas mengatakan, Indonesia saat ini masih memantau dan menunggu realisasi kebijakan program American First yang digulirkan Trump.
Dengan masa jabatan yang baru satu pekan, pemerintah menilai Trump masih berusaha menyesuaikan diri. Hal yang sama berlaku untuk para pimpinan lembaga di AS.
" Kita gak perlu over reaksi, jangan berlebihan, harus terus berprasangka baik, kasih dia waktu, untuk bisa menyesuaikan diri," kata Thomas.
Diakuinya, kebijakan Trump memang akan mengganggu perekonomian negara lain, tak kecuali Indonesia. Nantinya akan banyak perusahaan AS pulang kampung dan berinvestasi di dalam negaranya sendiri.
Untuk itu Indonesia harus bekerja keras untuk membuat investasi di tanah air lebih menarik untuk perusahaan AS. Pemerintah juga harus mulai mencari alternatif jika perusahaan AS mengurangi investasi di luar negeri.
" Mungkin kita juga mesti kembangkan investasi dari Jepang, Korea, Eropa, dan China," jelasnya.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya