Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Dream - Wabah virus corona belum usai malah menunjukan peningkatan kasus positif baru di tanah air. Untuk pertama kalinya, Satgas Covid-19 melaporkan jumlah kasus terkonfirmasi baru sudah melewati angka 9.000 orang dalam satu satu.
Langkah responsif dibuat pemerintah dengan menjalankan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diperketat di Jawa dan Bali mulai 11-25 Januari 2021.
Di Jawa Tengah, sang Gubernur Ganjar Pranowo memutuskan untuk menjalankan pengetatan PSBB di tiga daerah yakni Semarang Raya, Solo Raya, dan Banyumas Raya.
Ganjar juga mengawasi dengan ketat operasional tempat wisata. Tidak hanya itu, Ganjar juga melakukan edukasi dan dialog dengan pengusaha pariwisata, hotel, dan lainnya.
" Pengusaha pariwisata, mohon maaf Anda (akan) rugi. Kita sudah tidak bisa tipu-tipu lagi," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis 7 Januari 2021.
Ganjar meminta semua pihak berkorban di awal untuk mendapatkan `investasi` jangka panjang berupa berkurangnya wabah Covid-19. Ganjar berharap PSBB selama dua minggu tersebut bisa menekan jumlah kasus baru virus corona dan membawa angin segar bagi pengusaha.
Sekedar info, mengutip data dari situs Tanggap Covid-19, Provinsi Jawa Tengah, tercatat adanya penambahan kasus baru sebanyak 1.372 per 7 Januari 2021.
(Sah)
Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.
Dream - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ingin menjadikan wabah virus corona, Covid-19, bisa membangun kemandirian bangsa.
Salah satunya, produksi hand sanitizer dari beberapa perguruan tinggi dan SMK menggunakan bahan non-alkohol.
" Ini kesempatan bangsa ini mandiri. Ini kesempatan bangsa ini berdikari," kata Ganjar, Rabu, 18 Maret 2020.
Ganjar mengambil contoh Korea Selatan dalam menangani wabah virus corona. Di Negeri Gingseng itu, dalam sehari produksi masker bisa meningkat menjadi 14 juta.
" Kita mesti tiru ini," ucap dia.
Ganjar juga memantau langkah kuratif yaitu, kegiatan pengobatan untuk penyembuhan penyakit, hingga pengurangan penderitaan akibat penyakit, dan pengendalian penyakit.
Seperti terus memantau perkembangan kuratif berupa mendata persoalan penyediaan alat kuratif yang saat ini kurang.
" Sekarang kita meminta untuk dicari PIC (person in charge) siapa, contact person-nya siapa, terus kita meminta kapasitas yang ada di sana berapa. Intinya satu, kita akan sedikit memaksa agar peralatan-peralatan untuk kuratif ini, terutama alat pelindung diri (APD) ini, ada," beber dia.
Termasuk juga masker, baju hazmat, hingga Virus Media Transfer (VTM). Dia mengatakan, Jateng butuh banyak VTM. Karena itu, pihaknya juga terus mencari siapa yang bisa memproduksi banyak VTM.
" Kita akan paksa untuk produksi lebih banyak," kata dia.
Bahkan bila nanti keputusan otoritasnya di kementerian, Ganjar akan bicara langsung dengan kementerian.
" Intinya, hari ini masker, APD yang baju, VTM harus diproduksi banyak. Negara harus memproduksi banyak. Tekan seminim mungkin harga sehingga bisa dilakukan efisiensi," ujar dia.
Pemerintah daerah juga sudah siap dengan perubahan anggaran atau mendahului anggaran kaitannya penanganan dari antisipasi mewabahnya Corona. Hal itu juga telah diperintahkan mendagri.
Adapun langkah preventif yang juga dilakukan yaitu akan libatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan cerdas dan pintar. Tentu mereka harus paham tentang Covid-19 agar mereka bisa melakukan sosialisasi.
Sumber: Merdeka.com/Rizlia Khairun Nisa
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya