Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.
Dream – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati prihatin dengan kecelakaan robohnya balkon Tower II Bursa Efek Indonesia. Menkeu berharap musibah itu tidak akan mempengaruhi kepercayaan investor.
“ Ini merupakan suatu yang sangat disayangkan apalagi di dalam sebuah gedung yang kita anggap merupakan suatu gedung yang sangat vital karena dia memfasilitasi kegiatan dari transaksi. Kita berharap ini tidak akan memengaruhi confident (kepercayaan) maupun yang lain-lain. Itu adalah murni kecelakaan,” kata dia di Jakarta, Senin 15 Januari 2018, dikutip dari Merdeka.com.
Sri Mulyani mengatakan penyebab robohnya balkon gedung di pusat bisnis Jakarta itu belum diketahui karena masih dalam penyelidikan. Dia memastikan aktivitas bursa masih berjalan dan tidak terganggu dengan adanya insiden itu.
“ Sampai sekarang seluruh kegiatan di BEI masih tidak terganggu, artinya masih tetap berjalan dan kita tetap akan mengkomunikasikan tidak ada gangguan terhadap seluruh transaksi dari bursa. Kami tentu akan melihat seluruh aspek, apa penyebabnya dari collaps-nya lantai di BEI dan nanti kita akan sampaikan. Selanjutnya kita akan menunggu hasil dari penyelidikan,” kata dia.
Mantan petinggi Bank Dunia mengatakan hal utama yang harus diperhatikan menurutnya adalah keselamatan korban.
Sri Mulyani mengaku terus memantau perkembangan evakuasi di gedung BEI dan selalu mendapat informasi terbaru dari berbagai pihak.
" Saya terus mendapatkan laporan dari OJK maupun berbagai kantor yang ada di sana seperti World Bank. Tadi juga direkturnya melaporkan kepada saya mengenai evakuasi dan hari ini seluruh karyawannya dikirim ke rumah, kerja dari rumah," kata dia.
(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya